Danantara Akuisisi 4 Asset Management BUMN, Merger Sebulan Lagi

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 Juli 2026 | 09:08 WIB
Danantara Akuisisi 4 Asset Management BUMN, Merger Sebulan Lagi
Danantara Akuisisi 4 Asset Management BUMN, Merger Sebulan Lagi [astakom/shintya]

astakom.com, Jakarta - PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih empat perusahaan BUMN besar yang bergerak di bidang manajemen aset.

Keempat perusahaan tersebut adalah PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan kalau akuisisi ini bukan transaksi main-main. Pengambilalihan ini punya misi besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. 

Berdasarkan  modal pengalaman, jaringan, dan kapabilitas kuat dengan total dana kelolaan (asset under management/AUM) yang tembus lebih dari Rp170 triliun, keputusan akuisisi ini akhirnya diambil pemerintah. 

Merger sebulan lagi

Gak tanggung-tanggung, rencana merger besar bakal langsung dieksekusi dalam waktu dekat.

"Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," kata Dony dalam keterangan resmi, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (23/07/2026).

Penandatanganan perjanjian jual beli saham sendiri sudah rampung dilakukan pada Rabu silam (22/07/2026). Lewat konsolidasi ini, skala dana kelolaan bakal lebih optimal, akses investasi buat investor ritel maupun institusi makin luas, dan mampu menghadirkan solusi investasi yang lebih kompetitif.

Bikin industri makin kompetitif dan dipercaya global

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, menilai modal fundamental dari keempat perusahaan ini bakal bikin entitas baru. Dari hasil merger yang nanti dilakukan, perusahaan akan tumbuh jadi salah satu yang terdepan di Indonesia.

"Kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global," kata Hardiyanto Pilia.

Kembangkan produk investasi tematik di segmen ritel

Ke depannya, perusahaan hasil konsolidasi ini bakal fokus mengembangkan produk investasi tematik di segmen ritel dan memperluas akses lewat jaringan bank Himbara. Apalagi pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional saat ini yang sudah unlocked atau melampaui atau lebih dari 20 juta investor.

"Kami melihat momentum yang sangat besar di depan. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia," kata Hardiyanto.

Kekuatan 3 raksasa manajemen investasi lainnya

Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman, juga melihat merger ini sebagai momentum paling pas untuk memperdalam penetrasi ke pasar ritel. Per Juni 2026, BRI MI sendiri punya performa mantap dengan membukukan AUM sebesar Rp52,61 triliun dan basis nasabah ritel yang kuat.

"Dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar modal," kata Arief.

Di sisi lain, Direktur Utama PT BNI Asset Management, Ari Adil, menyoroti komposisi bisnis BNI AM yang seimbang banget antara segmen ritel dan institusi. Per Juni 2026, BNI AM tercatat mengantongi AUM mencapai Rp29,59 triliun.

Optimis perkuat kapasitas pengelolaan investasi

"Kami optimistis penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif," kata Ari.

Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara, bilang kalau pengalaman mereka dalam mengembangkan investasi inklusif dengan AUM sebesar Rp10,31 triliun per Juni 2026 bakal menyempurnakan kekuatan entitas baru ini.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang tidak hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," kata Ade. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Danantara lagi all in bangun raksasa manajemen investasi nasional dengan menggabungkan empat asset management BUMN. Entitas baru ini bakal kelola dana lebih dari Rp170 triliun dan targetnya bikin industri investasi RI makin kompetitif. Harapannya, akses investasi buat masyarakat juga makin luas dan gampang.

Danantara PT Danantara Asset Management (DAM) Dony Oskaria Merger BUMN

Infografis

Terkini