Disorot dan Nyaris Dibubarkan, Ditjen Bea Cukai Kini Aman Usai Presiden Prabowo Lihat Instansi Terus Berbenah
astakom.com, Jakarta - Setelah sebelumnya terancam dibubarkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ngespill kalau Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bakal tetap dipertahankan.
Kinerja DJBC yang terus disorot Kementerian Keuangan dan Presiden Prabowo Subianto membuat instansi itu berbenah dan melakukan evaluasi. Tadinya, wacana pembubaran DJBC itu diikuti dengan pengalihan tugasnya ke perusahaan asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).
Menkeu Purbaya menegaskan kalau Presiden Prabowo Subianto telah melihat adanya perbaikan kinerja yang signifikan di tubuh Bea Cukai, jadi pembubaran dipastikan tidak terjadi.
Perbaikan harus dilakukan dengan konsisten
Meski begitu, Presiden Prabowo tetap meminta perbaikan instansi tersebut dijalankan secara konsisten.
"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia (Prabowo) bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan," kata Purbaya saat Konferensi Pers APBN KiTa, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (23/07/2026).
Rotasi dan rombak struktural
Menkeu Purbaya spill pembenahan performa Bea Cukai tak lepas dari rotasi dan perombakan struktural pada jajaran pimpinan. Bahkan, sekarang posisi strategis yang punya kendali penting di direktorat diisi oleh pejabat yang dinilai berintegritas.
Evaluasi dan bersih-bersih yang dilakuin instansi udah menghasilkan dampak nyata dan terasa. Salah satunya terlihat pada peningkatan penerimaan Bea Cukai yang tumbuh sekitar 7 persen, serta penurunan peredaran barang-barang selundupan atau ilegal di pasar secara signifikan.
Selanjutnya, terlihat juga ada peningkatan penindakan terhadap rokok ilegal yang masif dilakukan di berbagai wilayah.
Realisasi penerimaan naik 3,4% yoy
"Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu," kata Menkeu Purbaya.
Dari sisi penerimaan negara, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai per semester I-2026 mencapai Rp152,02 triliun, atau sekitar 45,2 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp336 triliun.
Angka itu menunjukkan adanya peningkatan 3,4 persen secara tahunan (year-on-year) yang didorong oleh peningkatan setoran cukai, namun pemerintah memproyeksikan potensi shortfall (tidak mencapai target) sekitar Rp15,4 triliun hingga akhir tahun. (Shntt/aNs)
Gen Z Takeaway
Bea Cukai fix nggak jadi dibubarkan setelah dinilai berhasil nunjukin progress yang signifikan. Reformasi internal, rotasi pejabat, sampai aksi berantas rokok ilegal mulai kasih impact nyata ke penerimaan negara. Meski begitu, Prabowo wanti-wanti perbaikan harus terus konsisten.










