Jangan Asal Pilih! Ini Perbedaan Sekolah Terintegrasi, Rakyat, dan SMA Garuda

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 21 Juli 2026 | 09:08 WIB
Jangan Asal Pilih! Ini Perbedaan Sekolah Terintegrasi, Rakyat, dan SMA Garuda
Jangan Asal Pilih! Ini Perbedaan Sekolah Terintegrasi, Rakyat, dan SMA Garuda [ilustrasi Gemini]

astakom.com,  Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti baru saja mengungkapkan perbedaan mendasar antara Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda.

Intinya ketiga program ini punya target pasar yang berbeda, tapi visi misinya tetap sama yaitu mendorong kualitas pendidikan di Indonesia.

SNT bukan pengganti

Mu'ti menekankan kalau SNT ini bukan tipe program yang hobi menggeser atau menggantikan sistem pendidikan yang sudah hadir sebelumnya. Alih-alih nge banned program lama, SNT justru bakal berjalan beriringan secara harmonis dengan kebijakan pemerintah lainnya.

“SNT bukan satu-satunya jawaban atas seluruh persoalan pendidikan. SNT juga tidak menggantikan sekolah atau program yang telah ada," tutur Mu’ti disaat Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/07/2026).

"SNT berjalan beriringan dengan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, serta berbagai kebijakan pendidikan yang lainnya,” sambungnya.

Beda target pasar

Masuk ke bagian perbedaan, Mu’ti memaparkan kalau Sekolah Rakyat itu segmented banget, khusus didedikasikan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dengan sistem boarding school alias berasrama. Sementara itu, SNT sifatnya lebih inklusif alias terbuka buat semua kalangan tanpa ada sistem asrama.

“Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan berasrama, Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi semua kalangan dan tidak berasrama,” paparnya.

Ia turut membandingkan antara SNT dan SMA Unggul Garuda. Mu’ti menjabarkan kalau SMA Unggul Garuda itu cuma fokus di jenjang SMA saja dan siswanya wajib tinggal di asrama. Nah, kalau SNT paketnya lebih lengkap karena mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA sekaligus dalam satu ekosistem pendidikan, serta ramah karena tidak berasrama.

“Jika SMA Unggul Garuda hanya untuk tingkat SMA dan berasrama, SNT meliputi tingkat SMP dan SMA dan tidak berasrama,” jelasnya.

Prioritas anak lokal

Ada satu hal menarik lagi seputar SNT. Sistem penerimaan peserta didiknya diprioritaskan penuh untuk anak-anak lokal yang tinggal di sekitar lokasi sekolah tersebut dibangun. Jadi, nggak ada istilah gatekeeping fasilitas buat warga luar daerah.

“Calon murid baru SNT diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari lokasi tempat SNT berdiri. Misal SNT di Kabupaten Kupang akan menerima calon murid dari Kabupaten Kupang, begitu juga jika SNT di Kota Subulussalam akan menerima calon murid dari Kota Subulussalam,” jelasnya.

Kick-off 37 lokasi

Mu’ti kembali meyakinkan publik kalau setiap program sudah punya porsinya masing-masing, jadi tidak perlu khawatir akan ada tumpang tindih fungsi.

“Masing-masing program menjawab kebutuhan dan kelompok sasaran yang berbeda, tetapi semuanya bergerak menuju tujuan yang sama, yaitu pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah mulai kick-off menyelenggarakan Program SNT ini di tahun 2026. Untuk tahap awal (early stage), pemerintah sudah menyiapkan proyek pembangunan SNT di 37 lokasi yang diproyeksikan bakal beroperasi secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2027 mendatang. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, pemerintah lagi bikin cluster sekolah sesuai kebutuhan lo. Kalau Sekolah Rakyat itu boarding school khusus buat yang kurang mampu, SMA Garuda fokus ke jenjang SMA berasrama, sedangkan SNT itu paket lengkap SMP-SMA non-asrama yang diprioritasin buat anak lokal sekitar. Jadi, nggak usah takut bakal tumpang tindih atau ada isu gatekeeping fasilitas, karena semua udah ada porsinya masing-masing demi pemerataan edukasi yang lebih inklusif

Kemendikdasmen Mendikdasmen Sekolah Garuda sekolah terintegrasi

Infografis

Terkini