BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru Telah Dilantik: Dari Posisi Sekretaris Utama hingga Deputi

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:28 WIB
BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru Telah Dilantik: Dari Posisi Sekretaris Utama hingga Deputi
Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) [astakom/Alfian Tegar]

astakom.com, JakartaBadan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi baru yang siap mengisi jajaran kepemimpinan anyar, mulai dari posisi Sekretaris Utama hingga Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Momen perkenalan jajaran pimpinan baru ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari bersama Trenggono di kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/07/2026).

Agustina menegaskan bahwa penguatan kualifikasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di internal BGN merupakan core foundation yang sangat krusial bagi keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seluruh prosesi perombakan dan pelantikan jajaran pimpinan baru ini pun dieksekusi secara resmi berdasarkan payung hukum Keputusan Presiden (Keppres) Prabowo Subianto.

Lima pejabat baru BGN

Berikut daftar pejabat yang diperkenalkan.

  1. Lili Khamiliyah selaku Sekretaris Utama
  2. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea selaku Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola
  3. Zainuri selaku Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran
  4. Mariman Darto selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama
  5. Ketut Sumedana selaku Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan

Validasi data penerima manfaat

Sebelumnya, Agustina menjelaskan pihaknya tengah bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ekosistem MBG, di mana sorotan utama saat ini dikerucutkan pada dua aspek paling mendasar, salah satunya validasi data penerima manfaat.

"Jadi yang pertama kami perbaiki: 63 juta itu beneran nggak sih? Itu pertama. Kalau itu berapa yang bener, lalu berapa yang seharusnya kami berikan? Daerah-daerah mana, anak-anak yang mana, yang memang harus kami dahulukan, gitu. Itu yang sekarang menjadi tugas kami," terang Agustina kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Evaluasi ketimpangan skema insentif

Selain itu, BGN juga tengah menyoroti ketimpangan skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini dinilai kurang fair karena penerapannya masih cenderung disamaratakan tanpa melihat variasi beban kerja di lapangan.

Agustina membeberkan dinamika riil di mana terdapat SPPG yang effort-nya relatif lebih ringan karena hanya melayani sekitar 1.000 penerima manfaat dengan radius jangkauan yang terbilang dekat.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan SPPG lain yang harus struggle mengover wilayah geografis yang jauh lebih luas serta menampung jumlah penerima manfaat yang jauh lebih masif, sehingga butuh penyesuaian skema insentif yang jauh lebih proporsional dan realistis.

"Nah, itu yang kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil. Ya, misalnya gini, kan nggak nggak juga dong SPPG yang 200 meter yang cuma melayani 500 eh katakanlah 1.000 orang insentifnya sama. Nggak juga dong yang 300 meter yang atau 400, ada bahkan yang 500 yang lebih bagus kok disamaratakan 6 juta? Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," tuturnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Perombakan jajaran pimpinan BGN menunjukkan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga tata kelola yang kuat. Fokus pada validasi data penerima manfaat dan evaluasi skema insentif SPPG menjadi langkah penting agar program berjalan lebih tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan.

Badan Gizi Nasional Badan Gizi Nasional (BGN) BGN Agustina Arumsari

Infografis

Terkini