Kunci Indonesia Hadapi Dinamika Global? Menag: Jaga Kerukunan Kita!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 20 Juli 2026 | 22:08 WIB
Kunci Indonesia Hadapi Dinamika Global? Menag: Jaga Kerukunan Kita!
Kunci Indonesia Hadapi Dinamika Global? Menag: Jaga Kerukunan Kita! [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar memandang kalau kerukunan itu salah satu modal paling krusial buat Indonesia pas menghadapi dinamika global yang makin ke sini makin dinamis.

Menurut beliau, pengalaman panjang bangsa kita dalam merawat keberagaman bikin posisi Indonesia makin kuat buat membangun komunikasi yang terbuka, tenang, dan konstruktif di tengah benturan kepentingan antarnegara.

Modal kerukunan & geopolitik

Menag bilang, prinsip politik luar negeri bebas aktif ngasih ruang banget buat Indonesia jaga komunikasi sama berbagai pihak, tanpa harus ikutan kubu-kubuan atau terikat sama pertentangan blok tertentu. Prinsip ini yang bikin Indonesia bisa ambil peran konstruktif di tengah situasi geopolitik dunia yang lagi chaos.

“Kita selalu menempuh politik jalan tengah. Kita bisa dekat dan berkomunikasi dengan siapa pun karena politik bebas aktif sebagaimana dituntunkan dalam Undang-Undang Dasar 1945,” tutur Menag saat menjadi narasumber Podcast Open The Door di Kantor Kementerian Agama dikutip oleh astakom pada Senin, (20/07/2026).

Bukan pasif, tapi menyejukkan

Menag juga ngejelasin kalau politik jalan tengah ini bukan berarti Indonesia bersikap pasif atas persoalan global. Indonesia tetap bisa menyampaikan pandangan, membangun komunikasi, dan berkontribusi nyelesaiin masalah dengan cara yang nggak bikin suasana makin keruh.

Beliau nekenin banget kalau keterlibatan Indonesia di kancah internasional itu harus membawa suasana yang menenangkan. Kalau lagi ada konflik, pendekatan yang menyejukkan itu jauh lebih dibutuhin daripada sikap yang malah bikin jarak antarpihak makin jauh.

“Konflik itu tidak bisa diselesaikan dengan bensin, tetapi harus disiram dengan air kesejukan,” jelasnya.

Menag bilang, salah satu power atau kekuatan terbesar Indonesia terletak pada kemampuan masyarakatnya buat adaptasi dan hidup bareng dalam keberagaman. Punya latar belakang agama, suku, bahasa, dan budaya yang beda-beda banget, Indonesia terbukti tetap punya fondasi kebangsaan yang solid buat nyatuin kita semua.

Pancasila & skor IKUB tinggi

Menurut Menag, karakter keren ini gak lepas dari falsafah Pancasila dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Makanya, beliau ngajak generasi muda buat terus ngejaga dasar kebangsaan ini sebagai pijakan dalam merawat kerukunan dan membangun masa depan bangsa biar gak flop.

“Saya berharap generasi kita sekarang ini dan generasi akan datang betul-betul mempertahankan prinsip dasar NKRI dengan falsafah Pancasila,” ucap Menag.

Kondisi kerukunan yang mantap ini juga kelihatan dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025. Berdasarkan hasil pengukuran nasional, IKUB 2025 kita berhasil meraih angka 77,89 dan masuk kategori tinggi. Capaian yang no debat ini menunjukkan kalau kerukunan umat beragama emang harus terus dirawat sebagai modal sosial bangsa.

Filosofi maritim & warisan bangsa

Menag juga sempat nyinggung soal budaya maritim Nusantara yang jadi salah satu akar karakter bangsa Indonesia. Budaya maritim ini yang ngebentuk masyarakat kita jadi terbuka, adaptif, dan terbiasa menerima kehadiran orang lain, asalkan landasannya berniat baik.

Ia mencontohkan falsafah masyarakat pesisir yang ngasih ruang buat perahu bertambat, air buat dimanfaatkan, dan api buat dibagi. Itu semua adalah gambaran nyata dari nilai keterbukaan dalam budaya Indonesia, yang jadi modal sosial penting waktu kita kudu ngebangun komunikasi lintas perbedaan.

Terakhir, Menag ngajak generasi muda buat meneladani para pendiri bangsa dan tokoh organisasi kemasyarakatan yang selalu nempatin kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Kemampuan buat adaptasi dan nyari kesepakatan di tengah perbedaan itu bagian penting dari karakter kebangsaan Indonesia.

Lewat kerukunan, politik bebas aktif, dan pengalaman hidup dalam keberagaman, Indonesia diharapkan bisa terus konsisten ngejaga peran konstruktifnya di pergaulan internasional. Menag memandang, kekuatan sejati Indonesia itu ada pada kemampuan ngebangun komunikasi, merawat persaudaraan, dan ngejaga ruang kebersamaan di tengah perbedaan yang ada. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Di tengah dunia yang lagi chaos dan hobi kubu-kubuan, Indonesia punya superpower bernama kerukunan dan politik jalan tengah. Menag ngingetin kita kalau konflik tuh gak bakal kelar pakai bensin, tapi harus disiram pakai air kesejukan. Lewat modal budaya maritim yang adaptif dan nilai Pancasila, yuk bareng-bareng jaga toleransi biar persatuan bangsa gak flop di mata dunia!

Kemenag kemenag update Kementerian Agama Dinamika global

Infografis

Terkini