Gerak Cepat Pemerintah Pastikan Kebutuhan Anak Sayuti Melik Terpenuhi

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:31 WIB
Gerak Cepat Pemerintah Pastikan Kebutuhan Anak Sayuti Melik Terpenuhi
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyonomeninjau langsung kondisi pasutri tersebut pada Kamis (16/7/2026). [Kemensos]

astakom.com, Jakarta — Kementerian Sosial (Kemenkes) bergerak cepat merespons kisah viral Heru Baskoro (84), anak kandung tokoh pengetik naskah proklamasi Sayuti Melik dan tokoh pers SK Trimurti, yang dilaporkan hidup terlunta-lunta. Sejak Senin silam (13/07/2026), Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani (65), telah dievakuasi dari rumah kontrakan mereka di Rawalumbu menuju Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kota Bekasi.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, yang datang mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, meninjau langsung kondisi pasutri tersebut pada Kamis (16/07/2026). Di STPL, Heru kini mendapatkan layanan komprehensif mulai dari bantuan residensial, rehabilitasi medis, hingga pendampingan psikososial.

"Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, seluruh kebutuhan sehari-hari akan dipenuhi. Di sini juga ada dokter yang bersiaga. Jika butuh sesuatu, silakan langsung sampaikan kepada staf kami," ujar Agus Jabo, dikutip dari laman Kemensos.

Dari Kanada ke kontrakan Bekasi

Kehidupan Heru Baskoro sebenarnya sempat tergolong sangat mapan. Sejak tahun 1998 hingga 2024, ia menetap di Kanada dan bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak internasional. Statusnya pun merupakan pemegang permanent resident (kewarganegaraan tetap) di Amerika Utara.

Namun, roda nasib berputar drastis saat Heru memutuskan kembali ke Indonesia pada 2024 akibat gangguan penglihatan serius pada mata kanannya. Setelah enam bulan bolak-balik Indonesia-Kanada untuk pengobatan, dana pensiun Heru mendadak dihentikan sepihak. Masalah finansial yang menjepit memaksa pasutri ini menjual seluruh aset mereka hingga akhirnya harus tinggal di sebuah kontrakan sederhana.

Komunikasi lintas Kementerian

Merespons akar masalah yang dihadapi Heru, Wamensos menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Kemensos segera membangun komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), KBRI di Kanada, serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Fokus utama koordinasi ini adalah memperjuangkan hak dana pensiun Heru agar bisa kembali dicairkan tanpa mewajibkan sang lansia terbang kembali ke Kanada, mengingat kondisi fisiknya yang rentan dan membutuhkan operasi kornea mata.

"Kemensos akan berdiskusi dengan kementerian terkait dan juga pihak keluarga untuk mencari jalan terbaik. Apakah nanti Kemenlu melalui KBRI bisa membantu mengecek agar uang pensiun beliau bisa dicairkan dari sini. Jika bisa diurus dari Indonesia, tentu akan jauh lebih baik bagi kesehatan Pak Heru," pungkas Agus Jabo.

Aksi tanggap darurat pemerintah ini diapresiasi penuh oleh pihak keluarga. Dini, salah satu perwakilan keluarga besar Heru Baskoro, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian besar yang diberikan negara kepada anak dari tokoh historis bangsa tersebut. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Respect! Negara hadir buat anak pahlawan bangsa. Wamenos Agus Jabo gerak cepat mengevakuasi Heru Baskoro (84)—anak kandung Sayuti Melik sang pengetik teks proklamasi—yang sempat viral karena hidup terlunta-lunta di kontrakan Bekasi. Pak Heru yang dulunya kerja mapan di perusahaan minyak Kanada, kena plot twist finansial setelah dana pensiunnya disetop dan tabungannya habis buat berobat mata. Sekarang, Pak Heru udah aman di STPL Bekasi buat dapet perawatan layak. Kerennya lagi, Kemensos bakal kolaborasi bareng Kemenlu buat ngurusin dana pensiunnya ke Kanada biar bisa cair lagi. Yuk, kita doakan semoga prosesnya lancar dan mata Pak Heru bisa segera pulih!

Sayuti Melik Kemensos SK Trimurti Heru Baskoro

Infografis

Terkini