Kolaborasi Instrumen Ekonomi Kreatif Global, Asia’s Got Talent Jajaki Indonesia jadi Lokasi Produksi
astakom.com, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) saat ini terus berupaya untuk memperkuat industri kreatif, termasuk entertainment sebagai salah satu instrumen ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Sekarang Kementerian Ekraf lagi mengajukan peluang kerja sama dengan Fremantle Indonesia yang mengupayakan Indonesia sebagai tempat produksi program Asia's Got Talent.
Irene Umar selaku Wakil Menteri Ekraf menilai kalau program Asia's Got Talent dilakukan di Indonesia berpotensi memberikan dampak ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Kalau ajang pencarian bakat tingkat Asia itu pilih Indonesia menjadi lokasi produksinya, maka yang dijual bukan cuma acaranya tapi juga pengalaman Indonesia secara utuh, sekaligus kesempatan Indonesia untuk memperkenalkan culture, destinasi dan talenta kreatif Indonesia kepada audiens global.
Promosi Indonesia kepada audience global
“Kalau Indonesia terpilih menjadi lokasi produksi, ini bukan hanya tentang sebuah program televisi, tetapi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, destinasi, dan talenta kreatif Indonesia kepada audiens internasional," kata Wamen Ekraf di Autograph Tower, Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Jumat (19/6/2026).
"Yang dijual bukan hanya acaranya, tetapi pengalaman Indonesia secara utuh,” kata Irene.
Irene juga melihat Indonesia punya sejumlah keunggulan strategis sebagai lokasi produksi, mulai dari setup area yang menawarkan keindahan alam dan latar visual yang kuat, biaya produksi yang lebih terjangkau hingga kualitas tenaga kerja dan ekosistem kreatif yang dinilai kompetitif, kreatif dan bisa bersaing di tingkat internasional.
Proyek ini ciptakan efek berganda
Kombinasi itu membuat Indonesia nggak cuma menarik sebagai lokasi syuting, tapi juga sebagai pusat produksi konten berskala global yang efisien dan bernilai tinggi secara visual maupun ekonomi.
Hadirnya produksi dengan skala global bisa menciptakan efek berganda buat berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari fesyen, kriya sampe layanan kreatif pendukung yang terlibat dalam proses produksi nanti.
Di kesempatan itu, Presiden Direktur Fremantle Indonesia, Sakti Parantean bilang kalau pihaknya lagi berusaha supaya Indonesia jadi lokasi produksi Asia’s Got Talent yang bakal disiarkan ke berbagai negara Asia.
Fyi, program ini sampai sekarang masih dalam tahap penentuan lokasi dengan beberapa negara lain sebagai kandidat tuan rumahnya.
Ajang memperkenalkan Indonesia
“Kami ingin membawa Asia’s Got Talent ke Indonesia karena ini bukan hanya tentang produksi sebuah program, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada jutaan penonton di Asia," kata Sakti Parantean.
"Melalui program ini, kami ingin menampilkan keragaman budaya Indonesia sekaligus menunjukkan kapasitas industri kreatif dan produksi Indonesia kepada audiens regional,” dia menambahkan.
Program ini direncanakan melibatkan at least 400 peserta dari 15 sampai 20 negara atau teritori Asia dan mendatangkan ratusan kru produksi, media, delegasi, dan pemangku kepentingan industri kreatif internasional. Kehadiran mereka dinilai bisa menciptakan dampak ekonomi langsung sekaligus memperluas eksposur Indonesia di pasar regional.
Ekraf sebagai the new engine of growth
Wamen Ekraf juga bilang kalau pihaknya siap mendukung prosesnya lewat fasilitas komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk InJourney, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lain yang diperlukan.
Harapannya, dengan dukungan dari lintas sektor ini bisa memperlancar kesiapan Indonesia sebagai lokasi produksi berskala internasional.
“Kami terbuka untuk membantu menghubungkan dengan berbagai mitra yang relevan dan menjajaki peluang kolaborasi yang memungkinkan. Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” kata Wamen Ekraf.
Kementerian Ekraf menilai kehadiran produksi internasional seperti Asia’s Got Talent related sama strategi pemerintah membuat ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth lewat penguatan kolaborasi lintas sektor, perluasan akses pasar bagi talenta kreatif Indonesia, juga penciptaan nilai ekonomi yang lebih luas bagi daerah dan pelaku usaha kreatif. (Shnty/aRsp)









