Harga Minyak Dunia Turun! Eskalasi AS-Iran Adem, Distribusi Energi Mulai Balik Stabil
astakom.com, Jakarta - Harga minyak dunia kembali melemah di perdagangan pada hari ini atau Jumat (19/06/2026). Hal ini seiring dengan adanya harapan peningkatan pasokan global setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran ngasih sinyal ada kesepakatan damai sementara buat mengakhiri konflik di antara kedua negara.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 54 sen atau 0,68% menjadi US$ 78,31 per barel. Lalu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 46 sen atau 0,60% ke posisi US$ 76,14 per barel.
Harga minyak ini mendekati level sebelum eskalasi Iran pecah, harga Brent bergerak di kisaran US$ 60 hingga US$ 70 per barel selama dua bulan pertama 2026.
Selat Hormuz sudah dilewati beberapa kapal
Harga minyak yang turun ini diikuti dengan sejumlah kapal tanker yang mulai lalu lalang di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting untuk distribusi energi dunia.
Kapal tanker yang udah melewati selat Hormuz yaitu Arab Saudi dengan muatan 6 juta barel minyak. Kapal itu melewati kawasan itu setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran.
Harga minyak dunia dimention di rapat Presiden
Related dengan situasi global saat ini, Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat bersama petinggi Himpunan Bank Negara atau Himbara, kemarin (18/06/2026) di Istana Merdeka, Jakarta.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani turut hadir dalam rapat itu. Setelah pertemuan, Rosan ngemention soal harga minyak dunia yang lagi turun.
Harapan sentimen positif
Dia berharap hal itu bisa ngasih sentimen positif buat perekonomian nasional.
“Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” terangnya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Harga minyak dunia lagi turun setelah tensi AS-Iran mulai mereda dan peluang pasokan energi global makin aman. Brent dan WTI kini bergerak di bawah US$80 per barel, bikin pasar lebih chill. Pemerintah RI berharap tren ini jadi positive signal buat ekonomi nasional karena biaya energi bisa lebih stabil.









