Kemenag: Jadikan Muharam Momentum Hijrah Jemari di Era 'Kebiasaan' Digital

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Senin, 15 Juni 2026 | 10:22 WIB
Kemenag: Jadikan Muharam Momentum Hijrah Jemari di Era 'Kebiasaan' Digital
Kemenag: Jadikan Muharam Momentum Hijrah Jemari di Era Digital (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Peringatan Tahun Baru Islam Islam 1 Muharam 1448 Hijriah bertepatan 16 Juni 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian kalender semata. Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan momentum ini guna memperkuat kepedulian sosial dan semangat persaudaraan.

Lebih dari itu, masyarakat juga diajak untuk melakukan hijrah perilaku, terutama dalam menjaga jemari agar tidak lagi menyebarkan konten yang memicu kebencian.

Relevansi pesan hijrah yang terkandung dalam Muharam dinilai akan terus bertahan melintasi zaman. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat. Ia menjelaskan kalau esensi dari hijrah adalah adanya perubahan konkret pada perilaku dan cara pandang seseorang.

Melalui transformasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi sesama.

Makna Hijrah yang konkret

“Refleksi Muharam mengajak kita bertanya pada diri sendiri, apakah ibadah yang kita lakukan selama ini sudah menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama,” ucap Arsad di Jakarta, dikutip oleh astakom pada Senin (15/6/2026).

Dalam penjelasannya, Arsad mengaitkan pesan tersebut dengan Surat Al-Ma’un yang memberikan teguran kuat mengenai makna keberagamaan.

Ia menilai kesalehan seorang muslim tidak hanya diukur dari ibadah pribadi, melainkan juga dari sejauh mana mereka mengintegrasikan nilai agama ke dalam tindakan nyata, seperti menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin, dan berpihak pada kelompok rentan.

Kesalehan sosial jadi kunci

Arsad menambahkan kalau semangat Muharam ini melandasi berbagai program strategis Kementerian Agama dalam memberdayakan umat.

Beberapa di antaranya meliputi revitalisasi peran masjid, pemaksimalan potensi zakat dan wakaf, hingga peningkatan kualitas layanan keagamaan yang berbasis kemaslahatan masyarakat.

Atas dasar itulah, bulan Muharam dipandang sebagai waktu yang tepat untuk memperkokoh kembali aksi sosial dan semangat kebersamaan.

“Jangan sampai ibadah hanya berhenti pada ritual. Muharam mengingatkan kita bahwa keberagamaan harus melahirkan empati, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

Saatnya Hijrah di ruang siber

Transformasi nilai hijrah ke ranah digital dinilai krusial oleh Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah, Ismail Fahmi. Mengingat media sosial memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat modern, Ismail mengajak publik untuk aktif memproduksi konten yang positif dan bermanfaat. Langkah ini diharapkan dapat menggeser kehadiran narasi-narasi negatif atau ujaran kebencian yang kerap muncul di dunia maya.

Ismail memaparkan kalau terciptanya kedamaian tidak lagi terbatas pada interaksi fisik di dunia nyata, melainkan juga harus dicerminkan melalui komunikasi yang etis, santun, dan bertanggung jawab di ruang siber.

Atas dasar tersebut, ia menghimbau publik untuk lebih berhati-hati serta bijaksana dalam membagikan informasi maupun mengutarakan opini di platform digital.

“Hijrah di era digital berarti mengubah cara kita berinteraksi. Jemari kita harus menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, inspirasi, dan pesan-pesan yang menyejukkan, bukan sebaliknya,” ucap Ismail Fahmi.

Peran krusial penyuluh agama

Ismail menilai kalau jaringan penyuluh agama memegang peran krusial dalam memperkokoh literasi keagamaan yang inklusif, ramah, dan mudah dicerna oleh publik. Ia berharap, kiprah para penyuluh di lapangan mampu memperluas syiar pesan-pesan keagamaan yang edukatif pesan yang tidak hanya menumbuhkan rasa optimisme, tetapi juga mempererat tali persaudaraan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Semangat tersebut juga sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keagamaan yang inklusif sebagaimana terus didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar. Melalui momentum Muharam 1448 H, masyarakat diharapkan tidak hanya memperbarui semangat spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan manfaat dan kedamaian bagi lingkungan sekitar,” tuturnya. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Tahun Baru Islam 1448 H ini adalah momen pas buat kita upgrade diri lewat "hijrah jemari". Artinya, stop doomscrolling atau ikutan war komentar negatif yang toxic, dan mulai filtering konten dengan lebih bijak. Yuk, jadiin feeds dan akun medsos kita lapak yang adem, inklusif, dan penuh positive vibes demi menjaga mental health bareng di ruang digital!

Kemenag Kementerian Agama muharram Bulan Muharram

Infografis

Terkini