Hari Kejepit Jelang Libur 1 Muharam: IHSG Ngegas Naik 3,45% Tembus 6.200, Rupiah juga Ikut Menguat
astakom.com, Jakarta - Menjelang libur hari raya keagamaan, 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi hari ini Senin (15/06/2026) dibuka menguat ke level 6.118 atau naik 1,85 persen.
Pada penutupan sebelumnya, IHSG ada di level 6.007,66.
Berdasarkan pantauan astakom.com pada pukul 09.55 WIB, IHSG ada di level 6.214,91 naik 3,45 persen atau bertambah 207,25 poin. Pada perdagangan pagi ini IHSG sempat menyentuh level tertingginya di angka 6.242,30.
Data dari IDX, sebanyak 515 saham bertengger di zona hijau, 71 saham melemah, dan 373 lainnya stagnan. Transaksi awal perdagangan pagi ini menyentuh Rp1,4 triliun dengan volume 2,02 miliar saham.
Indeks sektoral kompak hijau
Penguatan IHSG ini ditopang dengan menguatnya indeks sektoral. Tercatat pada perdagangan kali ini, indeks sektoral kompak di zona hijau.
Adapun sektor yang menguat signifikan pagi ini, sektor barang baku melesat 5,88 persen diikuti oleh transportasi, industri dan infrastruktur yang kompak menguat di kisaran 3 persen.
Rupiah menguat
Menguatnya saham hari ini juga diikuti dengan menguatnya nilai tukar rupiah. Pada Senin pagi, kurs rupiah bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS.
Fyi, nilai tukar rupiah di penutupan sebelumnya ada pada level Rp17.860 per dolar AS.
Tiga saham yang memimpin top gainers yaitu:
PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) naik 29,87 persen,
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) naik 24,88 persen, dan
PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) naik 24,86 persen.
Top losersnya yaitu:
PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIIC) turun 14,95 persen,
PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) turun 8,46 persen, dan
PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) turun 5,76 persen. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
IHSG lagi mode gaspol jelang libur 1 Muharam, naik 3,45% tembus level 6.200-an. Saham-saham RI mayoritas hijau, sektor barang baku jadi top performer, dan rupiah ikut menguat. Sentimen market terlihat makin positif, investor mulai balik pede masuk bursa.








