Presiden Prabowo Respons Elegan Kritik The Economist: Saya Menyambut Kritik, Inilah Jalan yang Kami Pilih!

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:23 WIB
Presiden Prabowo Respons Elegan Kritik The Economist: Saya Menyambut Kritik, Inilah Jalan yang Kami Pilih!
Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, di Bali, Minggu (7/6/2026). [Tim Media Presiden]

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto baru saja ngasih respons elegan buat nge-repost kritik dari majalah asal Inggris, The Economist, soal arah demokrasi dan pembangunan di Indonesia.

Alih-alih baper, Presiden Prabowo lewat surat yang dimuat di majalah The Economist pada Rabu (10/06/2026), menegaskan kalau Indonesia punya vibe dan jalannya sendiri dalam bernegara, jadi nggak perlu selalu copy-paste alias meniru mentah-mentah standar negara-negara Barat.

Sebelumnya, media asing tersebut sempat nge-spill artikel yang menilai pemerintah terlalu ekspansif dalam belanja negara dan berisiko bikin capaian reformasi jadi mundur.

Program core seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih bahkan ikut kena sorot karena dianggap berpotensi bikin anggaran negara jadi boncos dan menambah tekanan fiskal.

Presiden Prabowo tidak anti kritik

Presiden Prabowo menjelaskan kalau dirinya sama sekali nggak anti-kritik karena hal itu sudah jadi bagian dari system support demokrasi.

"Saya menyambut kritik. Dalam Demokrasi, kritik bukan hanya sehat, tetapi juga penting," tulis Presiden Prabowo.

Tapi Presiden Prabowo jelasin, kritik dari luar seringkali kurang relate sama real problem alias persoalan riil yang dihadapi masyarakat kecil sehari-hari di lapangan.

MBG selesaikan tantangan nasional

Menjawab kekhawatiran soal program MBG yang terus-menerus dikritik, Prabowo pasang badan dan menjelaskan kalau kebijakan ini adalah solusi urgent buat mengatasi masalah stunting dan gizi buruk pada anak-anak.

"Bagi saya, sulit untuk mengabaikan kenyataan bahwa satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting (gagal tumbuh) akibat kekurangan gizi," ungkap Presiden Prabowo.

Dicanangkannya program MBG menurut Presiden Prabowo, sebagai solusi dari tantangan nasional yang secara langsung memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan daya saing bangsa di masa depan.

Pemerintah memilih buat tetap focus on active growth pada program yang memberikan impact langsung dan nyata buat kesejahteraan rakyat.

Demokrasi Indonesia justru aman

Presiden Prabowo juga menepis isu miring kalau demokrasi Indonesia lagi mengalami kemunduran.

"Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil, dan saya merasa rendah hati karena memperoleh suara lebih banyak dibandingkan pemimpin mana pun di dunia," ujarnya.

Presiden menegaskan kalau politik kita nggak harus identik dengan polarisasi atau konflik yang bikin toxic, dan pemerintah lebih memilih buat silent review, menjawab semua keraguan lewat bukti kerja nyata dan capaian konkret, bukan cuma sekadar retorika belaka.

"Kami memilih jalan yang berbeda. Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan," tutur Presiden Prabowo.

"Inilah jalan yang kami pilih" pungkasnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Respons Presiden Prabowo ke The Economist menegaskan bahwa Indonesia punya jalur demokrasi dan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan rakyat. Kritik tetap diterima, tetapi pemerintah memilih fokus pada program yang memberi dampak nyata, seperti MBG, dengan keyakinan bahwa demokrasi harus menghasilkan stabilitas, kemajuan, dan kesejahteraan.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto The Economist Presiden Prabowo Subianto MBG Koperasi Desa Merah Putih

Infografis

Terkini