Viral Investor Dapur SPPG Geruduk Kantor BGN: Ngaku Gelontorkan Miliaran buat Bangun Dapur
astakom.com, Jakarta — Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak digeruduk oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai investor proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Aksi datangi kantor ini langsung memicu social media buzz setelah mereka menuntut transparansi dan kepastian pembayaran terkait proyek dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini mereka talangi.
Dipantau dari video yang beredar di media sosial, terlihat rombongan investor tersebut mendatangi kantor BGN demi meminta kejelasan regulasi pasca-konstruksi.
Mereka mendesak BGN untuk segera memberikan kepastian timeline serta kejelasan mekanisme reimbursement atau pembayaran atas fasilitas dapur yang telah selesai dibangun.
Investor ngaku gelontorkan miliaran rupiah
Isu ini langsung menjadi perhatian publik karena dana yang dipertaruhkan dinilai gak main-main.
Para investor mengaku telah menggelontorkan modal massive hingga menyentuh angka miliaran rupiah demi memastikan infrastruktur dapur SPPG tersebut dapat berdiri sesuai target pemerintah.
Fokus pembangunan dapur pemenuhan gizi ini sejatinya menyasar wilayah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T).
Para investor sangat berharap pemerintah melalui Badan Gizi Nasional segera memberikan kepastian real terkait mekanisme pembayaran.
Mereka mendesak adanya kejelasan next step dan tindak lanjut konkret atas proyek pembangunan dapur gizi yang sudah terlanjur mereka eksekusi di lapangan.
Belum ada tanggapan dari BGN
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional tampaknya masih memilih opsi silent mode.
Belum ada rilis resmi maupun klarifikasi yang dikeluarkan oleh BGN untuk menjawab tuntutan para investor, membuat kelanjutan penyelesaian proyek strategis ini masih menggantung tanpa kepastian.
Gen Z Takeaway
Aksi investor SPPG yang menuntut kejelasan dari BGN menegaskan bahwa program MBG tidak hanya butuh pembangunan fisik, tetapi juga kepastian tata kelola dan pembayaran. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan mitra tetap terjaga dan pelaksanaan program dapat berjalan sesuai target.









