Menteri Jerman Akui Indonesia Jadi Panutan Toleransi Kerukunan Beragama Dunia

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:08 WIB
Menteri Jerman Akui Indonesia Jadi Panutan Toleransi Kerukunan Beragama Dunia
Menteri Jerman Akui Indonesia Jadi Panutan Toleransi Kerukunan Beragama Dunia [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Indonesia kembali bikin bangga di panggung internasional. Kali ini, apresiasi datang langsung dari Jerman. Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, secara jelas menyebut kalau Indonesia sebagai model toleransi dan kerukunan beragama yang patut ditiru oleh negara-negara lain di seluruh dunia.

Terpukau Terowongan Silaturahim

Pujian berkelas ini terlontar saat ia melakukan delegasinya berkunjung ke dua ikon tempat ibadah kebanggaan Jakarta yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, sekaligus melintasi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan keduanya.

Melihat langsung indahnya keharmonisan di Indonesia, Reem mengaku sangat terkesan. Menurutnya, cara masyarakat Indonesia menjaga kedamaian antarumat beragama adalah sesuatu yang luar biasa.

“Ini suatu kehormatan besar bagi saya dan para delegasi kami dari Jerman untuk bisa berada di Tunnel of Tolerance (Terowongan Silaturahim) antara masjid dan katedral. Ini sangat mengagumkan dan menunjukkan cara Indonesia dan orang Indonesia menjalankan keamanan, persahabatan, dan toleransi antara agama,” tutur Reem, dikutip oleh astakom.com pada Kamis, (20/08/2026). 

Jerman ingin belajar

Di tengah situasi dunia yang makin rumit dan penuh tantangan, Reem menilai pesan perdamaian dari Istiqlal dan Katedral ini terasa makin krusial. Negara-negara lain, bahkan Jerman sekalipun, dinilai perlu belajar dari vibes toleransi Indonesia.

“Ini adalah model yang bagus bagi banyak tempat di dunia. Juga bagi kita di Jerman, kita bisa belajar dari itu. Ini suatu kehormatan besar bagi saya,” ucapnya.

Duta Besar Jerman, Ralf Beste, menuturkan kalau masyarakat Jerman memang menaruh rasa hormat yang sangat tinggi terhadap kehidupan beragama di Indonesia yang berorientasi pada kedamaian. Hal itulah yang mendorongnya untuk mengajak Menteri Reem menyaksikan langsung harmoni tersebut di lapangan.

“Kami membawa tamu yang sangat penting hari ini, yaitu Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan. Di Jerman, terdapat penghargaan yang tinggi terhadap bagaimana agama-agama dapat hidup berdampingan dan bekerja sama di Indonesia. Itulah yang kami tunjukkan kepada tamu kami," ungkap Ralf.

Ralf juga berjanji bakal membagikan kisah inspiratif ini sekembalinya mereka ke Jerman

“Kami akan membawa cerita ini pulang ke Jerman tentang betapa baiknya kerja sama antarumat beragama di Indonesia. Saya sangat bersyukur kepada Menteri Agama yang telah memungkinkan hal ini,” sambungnya.

Simbol beda suara, satu harmoni

Dalam agenda istimewa tersebut, rombongan Jerman didampingi langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kardinal Gereja Katolik Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo.

“Saya kira ini adalah sebuah simbol yang perlu diperkenalkan oleh dunia, bahwa dua rumah ibadah itu disatukan oleh sebuah Terowongan Silaturahim,” ungkap Menag.

Menag menjelaskan kalau Terowongan Silaturahim bukan sekadar lorong fisik biasa, melainkan kaya akan simbolisme kehidupan yang berdampingan. Dari arah masjid, gema suara bedug khas tradisi Islam dapat terdengar, sementara dari arah katedral, dentang lonceng gereja turut menyapa.

“Jadi, ini sangat penting dan menjadi ikon di Jakarta, Indonesia saat ini, karena seperti yang Anda lihat, kita memiliki banyak ornamen yang melambangkan toleransi,” tutur Menag.

Warisan visi Bung Karno

Pada kesempatan yang sama, Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo menceritakan akar sejarah di balik kedekatan kedua tempat ibadah tersebut. Kedekatan lokasi ini sebenarnya sudah dirancang sejak awal pembangunan Istiqlal oleh Presiden Soekarno yang memiliki visi nasionalisme yang kuat.

Kini, nilai sejarah tersebut makin lengkap dan menyatu dengan hadirnya lorong bawah tanah yang menghubungkan keduanya.

“Simbolisme toleransi dan nasionalisme itu dilengkapi dengan hadirnya Terowongan Silaturahim ini,” tutupnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Toleransi dan vibes adem Indonesia pas beda agama ternyata diakui banget sampai ke level internasional! Kunjungan Menteri Jerman ke Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral ini bukti nyata kalau respect dan keberagaman itu bukan cuma teori, tapi flexing paling mahal yang bikin negara kita dipandang terdepan sama dunia. So, tugas kita sekarang tinggal jaga terus toleransi ini biar gak gampang terprovokasi!

Menteri Jerman jerman Indonesia Jerman Masjid Istiqlal Terowongan Silaturahim Terowongan Silaturahmi

Infografis

Terkini