Biar Nggak Panik Saat Gempa, BMKG Spill Trik yang Bisa Disiapkan dari Sekarang
astakom.com, Jakarta - Gempa bumi bisa datang kapan saja tanpa permisi. Meski waktu dan lokasinya tidak bisa dipastikan, bukan berarti masyarakat tidak bisa menyiapkan respons ketika guncangan terjadi.
Kesiapsiagaan justru bisa dimulai dari hal-hal sederhana, mulai dari mengenali jalur evakuasi, mengamankan perabot di rumah, hingga menyiapkan tas berisi kebutuhan darurat.
Melansir unggahan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun @infobmkg, masyarakat diingatkan untuk memahami langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi.
Nah, biar nggak baru panik ketika tanah mulai berguncang, berikut beberapa trik yang bisa disiapkan dari sekarang.
Kenali titik aman
Sebelum gempa terjadi, coba kenali lebih dulu kondisi rumah, tempat kerja, sekolah, atau lokasi yang sering kamu datangi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Kenali pintu keluar, tangga darurat, jalur evakuasi, dan area yang relatif aman.
- Pastikan kondisi bangunan tidak memiliki bagian yang berisiko.
- Pasang lemari atau perabot berat agar tidak mudah roboh.
- Letakkan benda berat di bagian bawah.
- Periksa benda yang tergantung, seperti lampu, agar tidak mudah jatuh.
- Pelajari cara melakukan P3K dan menggunakan alat pemadam kebakaran.
- Simpan nomor telepon penting untuk kondisi darurat.
Intinya, jangan sampai baru mencari jalur keluar ketika situasi sudah darurat.
Tas siaga jangan lupa
Salah satu persiapan yang bisa dicicil dari sekarang adalah Tas Siaga Bencana. Dalam unggahannya, BMKG mengingatkan tas ini dipersiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama 3x24 jam pertama pascabencana.
Isi tas bisa meliputi:
- Air minum dan makanan tahan lama.
- Kotak P3K dan obat-obatan pribadi.
- Senter, peluit, powerbank, dan baterai cadangan.
- Salinan dokumen penting seperti KTP dan KK yang dibungkus dalam plastik kedap air.
- Pakaian ganti.
- Uang tunai secukupnya.
- Perlengkapan kebersihan.
Tas tersebut sebaiknya diletakkan di tempat yang gampang dijangkau, seperti dekat pintu keluar utama. Jadi, saat harus evakuasi, tidak perlu buang waktu mencari barang-barang penting.
Saat guncangan datang
Ketika gempa mulai terasa, jangan panik. Tetap tenang agar bisa mengambil keputusan dengan lebih aman.
Jika berada di dalam bangunan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Drop, Cover, Hold On atau merunduk, berlindung, dan berpegangan.
- Merunduk untuk melindungi posisi tubuh.
- Berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh.
- Berpegangan hingga guncangan berhenti.
- Jauhi kaca, jendela, lemari, dan benda yang berpotensi jatuh.
- Jangan berlarian selama guncangan masih berlangsung.
Kalau sedang berada di luar, segera jauhi bangunan, pohon, tiang listrik, papan reklame, maupun benda lain yang berpotensi roboh. Cari area terbuka yang relatif aman.
Beda tempat, beda triknya
Situasi saat gempa tidak selalu sama. Karena itu, cara menyelamatkan diri juga perlu disesuaikan dengan lokasi.
Sedang berkendara? Menepi dan hentikan kendaraan dengan aman. Hindari pengereman mendadak dan jangan berhenti di bawah jembatan atau flyover. Jika terjadi pergeseran atau kebakaran, keluar dari kendaraan dan menjauh.
Sedang di pantai? Jika merasakan gempa kuat dan berlangsung lama, segera jauhi pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi potensi tsunami.
Tinggal di daerah pegunungan? Setelah gempa, hindari wilayah yang berpotensi mengalami longsor.
Jadi, jangan cuma hafal “gempa = lari keluar”. Kondisi dan lokasi saat guncangan terjadi juga menentukan langkah yang paling aman.
Setelah gempa jangan lengah
Guncangan berhenti bukan berarti situasi langsung aman. Setelah gempa, tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan bahaya lain di sekitar.
Jika berada di dalam bangunan:
- Keluar dengan tertib setelah kondisi memungkinkan.
- Gunakan tangga biasa dan jangan menggunakan lift.
- Periksa kondisi diri sendiri dan orang di sekitar.
- Berikan P3K atau minta pertolongan jika ada yang terluka.
- Jangan kembali masuk ke bangunan yang retak atau rusak karena berisiko roboh.
- Periksa lingkungan dari kemungkinan kebakaran, kebocoran gas, arus pendek, atau kerusakan saluran air.
Setelah itu, pantau informasi mengenai kondisi gempa dan potensi tsunami dari sumber terpercaya. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang tidak jelas asalnya.
Cek Info Resmi BMKG
Di tengah situasi bencana, informasi bisa menyebar dengan cepat, termasuk kabar yang belum tentu benar. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengikuti informasi dari sumber resmi, terutama BMKG dan instansi kebencanaan terkait. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Nggak perlu nunggu gempa datang baru belajar apa yang harus dilakukan. Mulai dari sekarang, kenali jalur evakuasi, amankan barang di rumah, siapin Tas Siaga untuk kebutuhan 3x24 jam, dan simpan nomor penting. Saat guncangan datang, jangan panik, lindungi diri, dan selalu cek informasi dari kanal resmi.









