Khotbah Idul Adha Istiqlal Bakal Soroti Isu Lingkungan Lewat Tema 'Spirit Kurban Merawat Alam'

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:16 WIB
Khotbah Idul Adha Istiqlal Bakal Soroti Isu Lingkungan Lewat Tema 'Spirit Kurban Merawat Alam'
Khotbah Idul Adha Istiqlal Bakal Soroti Isu Lingkungan Lewat Tema 'Spirit Kurban Merawat Alam' (astakom/Nadiah)

astakom.com, JakartaMasjid Istiqlal Jakarta bersiap menggelar salat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menonjolkan pesan kelestarian lingkungan hidup dan kemanusiaan sebagai tema utama khotbah.

Upaya mengangkat isu ekologi dari mimbar masjid negara ini diharapkan menjadi model bagi masjid-masjid lain di Indonesia hingga Asia Tenggara, sekaligus mempertegas komitmen rumah ibadah dalam merespons tantangan perubahan iklim global.

​Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mengungkapkan kalau tema sentral yang diusung tahun ini adalah "Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan."

Topik tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama yang berfokus pada konsep ekoteologi dan kultur cinta.

​"Ini tema sentral kita dari Kementerian Agama, yaitu ekoteologi dan kultur cinta. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat muslim di Indonesia untuk memilih topik-topik yang berkaitan dengan tema yang kita bahas di Istiqlal ini, jika memang relevan dengan lingkungan setempat," ucap Nasaruddin pada konferensi pers di Istiqlal pada Senin, (25/05/2026).

Pengelolaan kurban minim limbah

​Ibadah salat Idul Adha di Istiqlal kali ini akan dipimpin oleh petugas yang dipilih secara ketat. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., yang merupakan alumni McGill University Kanada sekaligus seorang Kiai, ditunjuk sebagai khatib.

Sementara itu, posisi imam akan diisi oleh Ustaz Ahmad Anshoruddin, salah satu lulusan terbaik Universitas PTIQ Jakarta yang juga merupakan Imam Rawatib tetap Masjid Istiqlal.

​Guna menyelaraskan tema ekoteologi dengan aksi nyata, panitia kurban Istiqlal menerapkan sistem pemotongan hewan yang higienis dan bebas pencemaran.

Hingga saat ini, Istiqlal telah mendata 59 ekor sapi berbobot besar termasuk sapi dari Presiden dan Wakil Presiden yang beratnya di atas satu ton serta 7 ekor kambing.

​Proses penyembelihan dipastikan ramah lingkungan dengan fasilitas pembuangan limbah khusus.

"Tempat kita berada di pinggir sungai, tetapi tidak ada satu tetes pun darah atau kotoran binatang yang masuk ke dalam sungai. Kita mencegah terjadinya pencemaran lingkungan," tegas Nasaruddin.

Kendaraan khusus nantinya akan langsung mendistribusikan daging ke panti asuhan, pesantren, dan perguruan tinggi binaan demi mencegah kericuhan akibat antrean massal.

​Cetak prestasi dan daur ulang air wudu

​Langkah konsisten Istiqlal dalam merawat lingkungan hidup sebelumnya telah membuahkan pengakuan internasional.

Masjid Istiqlal baru saja meraih penghargaan dunia Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) dari World Bank (Bank Dunia) Washington D.C. Penghargaan ini menobatkan Istiqlal sebagai rumah ibadah pertama di dunia yang dinilai paling efektif, efisien, dan bersih setara gedung-gedung pencakar langit di negara maju.

​Salah satu inovasi hijau yang menjadi sorotan adalah sistem tata kelola air.

Air bekas wudu jemaah dirancang agar tidak langsung terbuang ke saluran drainase kota atau got.

​Air tersebut dialirkan ke dalam lubang penampungan raksasa di bawah area masjid untuk menjalani proses daur ulang (recycle) berkelanjutan.

Air hasil filterisasi ini kemudian dimanfaatkan kembali untuk keperluan pembersihan area masjid serta menyiram tanaman di kawasan hijau Istiqlal, sebuah sistem yang juga telah mengantongi fatwa keagamaan resmi.

​Pengamanan ketat dan deteksi wajah biometrik

​Mengingat statusnya sebagai masjid negara yang berada di lingkaran utama (inner circle) keamanan ibu kota, pengamanan ketat akan diberlakukan menjelang kehadiran tamu VVIP seperti Presiden, Wakil Presiden, pejabat tinggi negara, serta para duta besar.

Area Istiqlal akan disterilisasi oleh Paspampres sejak pukul 12.00 malam, dan akses masuk jemaah wajib melalui pemeriksaan pintu X-ray.

​Meski pengamanan fisik diperketat, jemaah diimbau tetap waspada terhadap barang bawaan masing-masing. Antisipasi tindakan kriminal di kawasan masjid didukung oleh 260 unit CCTV super canggih berteknologi biometrik yang diimpor langsung dari Jepang.

​Kamera pengawas yang terpasang di menara masjid memiliki resolusi tinggi yang mampu membaca atribut pakaian di kawasan Monas hingga pelat nomor kendaraan di Jalan Sudirman.

"Raut wajah bisa terbaca secara biometrik dan terkoneksi dengan KTP beserta alamat lengkap pelaku. Jadi jangan coba-coba melakukan pencurian di Istiqlal, alamatnya bisa langsung dikawal karena kita punya alat yang canggih," tutur Menag.

​Akses fasilitas parkir Katedral

​Untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang diprediksi lebih besar dibanding Idulfitri, panitia telah menyiapkan 7 kantong parkir termasuk fasilitas basement 2 lantai berkapasitas 1.000 mobil.

Menariknya, Istiqlal kembali bekerja sama dengan Gereja Katedral yang membuka halaman parkirnya untuk jemaah muslim, merawat tradisi toleransi antarumat beragama yang sudah mengakar kuat.

​"Kemudian kita juga bekerja sama dengan Katedral. Ruang parkir Katedral insyaallah bisa kita pakai. Sebaliknya juga kalau ada acara-acara Katedral, mereka juga bisa menggunakan space parkir kita" ucapnya.

Rangkaian acara salat Idul Adha sendiri dijadwalkan dimulai lebih awal, tepat pukul 06.45 WIB, guna memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk melaksanakan ibadah penyembelihan kurban setelahnya.

Pintu gerbang masjid sudah dibuka bagi publik sejak pukul 04.00 WIB bersamaan dengan pelaksanaan salat Subuh berjemaah.

​Terkait alur di dalam ruang utama, panitia menerapkan sistem pemisahan saf horizontal (kanan-kiri), bukan vertikal (depan-belakang). Jemaah laki-laki diarahkan mengisi area sebelah kanan mulai dari lantai utama hingga lantai 5, sedangkan jemaah perempuan menempati sisi sebelah kiri.

Penunjuk arah serta keran wudu portabel tambahan di Koridor Al-Salam dan Al-Jabbar juga telah disiagakan demi kenyamanan akses jemaah. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Istiqlal is officially in its green era! Idul Adha tahun ini bukan cuma soal ibadah, tapi juga aksi nyata buat bumi lewat konsep eco-theology—mulai dari manajemen kurban yang zero-waste sampai daur ulang air wudu yang dapet penghargaan World Bank. Plus, sistem keamanannya udah next level pakai CCTV biometrik Jepang yang bisa detect muka sampai alamat KTP. Ditambah lagi, solidaritas parkir bareng Gereja Katedral bikin toleransi vibe-nya dapet banget. Keren parah!

Kemenag kemenag update Masjid Istiqlal Jakarta Idul Adha

Infografis

Terkini