Iran Gak Tutup Selat Hormuz, Tapi Prosedur Keamanan Dibuat 'Ketat Banget'!!
astakom.com, Jakarta - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Selat Hormuz masih terbuka.
Dubes Boroujerdi menyatakan bahwa Iran tidak menutup jalur pelayaran strategis itu, melainkan hanya melaksanakan protokol keamanan tertentu yang berlaku dalam kondisi perang.
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Masih Terbuka
"Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka, dan kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan,” ucap Dubes Boroujerdi di Jakarta, dikutip oleh astakom pada Jumat, (6/3/2026).Dia juga menekankan bahwa Selat Hormuz tetap dapat dilalui oleh pihak-pihak yang mematuhi protokol yang diterapkan oleh Iran dalam situasi perang tersebut.
Protokol Keamanan dalam Situasi Perang
"Di selat ini hanya diberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang. Pihak-pihak yang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” ucap Dubes Boroujerdi.Dubes Boroujerdi menekankan bahwa Iran telah berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan di jalur pelayaran tersebut, yang merupakan salah satu titik paling strategis untuk distribusi energi global.
Tantangan Keamanan di Selat Hormuz
"Selat Hormuz adalah tempat di mana Iran menyebarluaskan keamanan sejak ratusan tahun yang lalu,” ucapnya.Ia menambahkan bahwa keamanan di jalur tersebut harus diterapkan untuk semua negara tanpa terkecuali.
"Keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara, termasuk Iran. Tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana untuk kepentingannya sendiri,” jelas Dubes Boroujerdi.
Dalam kesempatan itu, Dubes Boroujerdi juga mengklaim bahwa kehadiran Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah merupakan sumber ketegangan yang menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan jalur pelayaran tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa masyarakat yang khawatir tentang penutupan Selat Hormuz seharusnya mempertanyakan kepada Amerika Serikat yang dianggap mengganggu keamanan di perairan tersebut.
"Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh ke kawasan Timur Tengah dan kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” sambung Dubes Boroujerdi.
Diplomat tersebut menambahkan bahwa Selat Hormuz telah menjadi wilayah di mana Iran menyebarkan keamanan selama ratusan tahun. Ia menekankan bahwa Iran menjaga keamanan selat tersebut demi keselamatan semua negara, termasuk Iran sendiri, dan memastikan bahwa tidak ada negara yang boleh memanfaatkan keamanan di selat itu.
Dampak Penutupan terhadap Harga Minyak dan Kapal Tanker
Selat Hormuz, yang terletak antara Teluk Persia dan Teluk Oman, berfungsi sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk Persia ke laut lepas, sehingga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu titik strategis yang paling krusial di dunia. Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati selat ini.Media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal, mengklaim bahwa jalur air yang vital untuk minyak dan gas tersebut tidak aman akibat serangan dari AS dan Israel.
Sejak penutupan selat tersebut, harga minyak di pasar Asia meningkat sekitar 13 persen menjadi 80 dolar AS per barel, dan diperkirakan bisa mencapai 100 dolar AS jika penutupan berlangsung lama.
Penutupan lalu lintas di Selat Hormuz juga berdampak pada dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yang saat ini masih berada di area Teluk.













