Satgas Galapana DPR Gaspol Sinkron Data, Biar Pembangunan Huntara Makin Ngebut!
astakom.com, Jakarta — Satgas Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mendorong harmonisasi data agar pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk korban bencana di berbagai wilayah Sumatera bisa lebih cepat terealisasi.
TA Khalid, perwakilan Satgas Galapana DPR RI, menekankan pentingnya percepatan pembangunan Huntara khususnya bagi warga terdampak banjir di Aceh.
Ia menambahkan, upaya ini menjadi prioritas karena masih ada masyarakat yang tinggal di tenda darurat, sementara bulan Ramadan sudah semakin dekat.
"Kesiapan untuk membangun sudah ada. Yang perlu kita perkuat bersama saat ini adalah kesamaan data dan kejelasan lokasi agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Khalid, dikutip redaksi astakom.com, Rabu (7/1/2026).
Perlunya pemutakhiran data penerima manfaat
Dia mengatakan pihak BUMN dan BP BUMN menyatakan kesiapan untuk membangun hingga 15.000 unit Huntara.
Agar rencana tersebut dapat segera direalisasikan, diperlukan pemutakhiran data penerima manfaat serta penetapan lokasi pembangunan secara bersama-sama.
Dia menekankan bahwa proses ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah kabupaten/kota, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Pemerintah Provinsi Aceh.
Koordinasi yang intensif diharapkan dapat menyatukan data, mempercepat pengambilan keputusan, dan menghindari tumpang tindih di lapangan.
"Jika data penghuni dan lahan sudah sinkron, pembangunan Huntara bisa langsung dipercepat. Ini kerja bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja," kata Anggota Komisi IV DPR RI itu.
DPR komitmen bantu pemerintah rehabilitasi Sumatera
Dia mengatakan bahwa DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan berperan sebagai penghubung antarinstansi, sehingga pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lancar, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah ini, dia masyarakat terdampak banjir dapat segera menempati Huntara yang layak dan aman, serta menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat.











