Mentan Amran Murka! Kasus Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP Bersubsidi Bakal Diusut Tuntas Sampai Akar-akarnya
Reporter: Selvi Anggriani
astakom.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ngamuk berat dan ngecam keras dugaan pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi yang diduga sengaja dijual lagi sebagai beras premium demi ngerebut keuntungan sepihak. Praktik culas ini dinilai sangat merugikan masyarakat berpenghasilan rendah yang seharusnya dapet beras murah.
Amran menyebut sekitar 600 ton beras berhasil ditemukan dalam kasus tersebut. Namun, ia menduga jumlah beras yang terlibat sebenarnya bisa nembus angka ribuan ton, meski kepastian totalnya masih harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
“Ini adalah biadab, tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini adalah jatah beras untuk orang miskin, kemudian ini barang disubsidi, ini dioplos, dirampok ini,” ujar Amran saat meninjau Toko/Rumah Beras Kayumanis di Matraman, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Modus oplos beras subsidi jadi beras premium
Ia membeberkan modus penyalahgunaan ini, di mana beras SPHP yang disubsidi pemerintah dan patutnya dijual seharga Rp12.500 per kilogram, malah dibongkar dari karung kemasan aslinya. Beras tersebut lantas dipack ulang dan dipasarkan sebagai beras premium dengan harga melambung sampai Rp17.000 per kilogram.
Menurut Amran, tindakan curang ini bukan cuma merampas hak masyarakat kecil, tapi juga ngerusak dan mencederai komitmen besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami memohon kepada kepolisian, ini dibongkar sampai akar-akarnya,” tegas Amran.
Ancam pecat pegawai Kementan dan apresiasi Kepolisian
Nggak main-main, Amran ngasih garansi bakal nindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada 'orang dalam' dari instansinya sendiri. Ia memastikan sanksi berupa pemberhentian langsung hingga proses hukum bakal dijatuhkan.
“Kalau ada dari Kementerian Pertanian, dipecat! Saya pecat!,” tandasnya.
Amran juga ngasih apresiasi ke jajaran Polres Jakarta Timur yang udah sukses membongkar kasus pengoplosan ini. Ia berharap proses hukum berjalan maksimal biar ngasih efek jera dan pencegahan biar kejadian serupa nggak terulang lagi.
“Kalau bisa ini dituntut seberat-beratnya. Berapa hukuman, kalau bisa hukuman maksimal diberikan,” pungkasnya. (Sea/RaM)
Gen Z Takeaway
Tindakan oknum yang tega mengoplos 600 ton beras SPHP bersubsidi demi margin keuntungan pribadi bener-bener gak ada obat jahatnya, dan komitmen Mentan Amran bareng pihak kepolisian buat mengusut tuntas kasus ini jadi sinyal tegas kalau hak pangan masyarakat miskin gak boleh dipermainkan.









