Stok Beras Maluku Aman, Legislator Gerindra Ingatkan Bulog Jangan Biarkan Harga Melambung
Astakom.com, Maluku – Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto memastikan stok beras untuk masyarakat Maluku dalam kondisi mencukupi dan kualitasnya tetap terjaga.
Namun, ia mengingatkan Perum Bulog agar tidak terlena dengan besarnya cadangan pangan dan tetap bergerak cepat ketika harga beras di pasaran mulai mengalami kenaikan.
Hasil tinjauan gudang Ambon
“Kami meninjau gudang Bulog yang ada di (Ambon) sini untuk melihat sendiri stoknya apakah cukup untuk provinsi ini, kemudian kualitas berasnya apakah bagus atau tidak. Ternyata setelah kami cek, stoknya cukup banyak dan kualitasnya bagus,” papar Titiek usai melakukan kunjungan ke Gudang Bulog di Ambon, Senin, 12/10.
Hasil pengecekan tersebut membuat Titiek memastikan cadangan beras untuk Maluku dalam kondisi aman. Ia juga memberi perhatian khusus terhadap masa penyimpanan beras sebelum nantinya disalurkan kepada masyarakat.
Batas waktu penyimpanan pangan
Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra itu, lamanya beras berada di gudang harus terus diawasi karena berkaitan langsung dengan kualitas pangan yang diterima masyarakat.
Titiek mengatakan Komisi IV DPR RI telah meminta agar beras yang berada di gudang Bulog tidak disimpan lebih dari enam bulan. Dari pemeriksaan di Ambon, ia memastikan tidak ditemukan stok dengan masa penyimpanan melebihi batas tersebut.
“Kita minta bahwa beras di gudang Bulog tidak ada yang umurnya di atas enam bulan. Tadi kami cek ternyata tidak ada yang di atas enam bulan, dan walaupun ukuran berasnya kecil-kecil, tetapi kualitasnya bagus. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di sini,” jelas Titiek.
Rekor pengadaan Bulog
Selain memastikan kondisi persediaan di Maluku, Titiek mengapresiasi keberhasilan Perum Bulog dalam memenuhi bahkan melampaui target pengadaan beras nasional sebanyak empat juta ton.
Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Perum Bulog tercatat mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar empat juta ton. Capaian tersebut terealisasi sebelum akhir tahun dan disebut sebagai pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah Bulog.
“Selamat, tadi kita syukuran karena Bulog sudah bisa mencapai target stok empat juta ton setara beras. Selamat untuk Bulog atas prestasinya, mudah-mudahan ini bisa dipertahankan, ditingkatkan lagi, dan senantiasa bisa menjaga stok beras di negeri ini,” urainya.
Titiek menilai capaian itu menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Meski demikian, besarnya stok menurutnya harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras.
Imbauan intervensi harga
Titiek menegaskan Bulog memiliki fungsi strategis sebagai stabilisator harga pangan. Karena itu, pengawasan terhadap perkembangan harga di pasar harus dilakukan secara aktif agar intervensi dapat segera dilakukan ketika terjadi gejolak.
Ia tidak ingin masyarakat menghadapi harga beras yang tinggi ketika cadangan pemerintah justru berada dalam kondisi mencukupi.
“Agar harga beras tidak melambung dan tidak menyusahkan masyarakat, Bulog harus cepat-cepat masuk untuk menetralisir supaya harga beras bisa terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Titiek.
Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak hanya diukur dari seberapa banyak beras yang tersimpan di gudang. Keterjangkauan harga bagi masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus dijaga.
Karena itu, keberadaan cadangan beras pemerintah harus dapat digunakan secara efektif untuk merespons dinamika pasar dan memastikan masyarakat, terutama kelompok dengan daya beli terbatas, tetap memperoleh beras dengan harga yang wajar. (Usm/aNs)
Gen Z Takeaway
Buat kalian yang nyari info stok pangan, tenang aja karena stok beras di Maluku aman banget dan kualitasnya tetep top-tier tanpa ada barang stuck lebih dari enam bulan di gudang! Meskipun Bulog udah berhasil flexing rekor pengadaan nasional yang overachieve tembus 4 juta ton, Komisi IV DPR RI mewanti-wanti biar Bulog gak salting atau keasyikan selebrasi, tapi harus tetep sat-set masuk pasar buat nge-stabilitas harga biar kantong masyarakat gak makin crispy.









