Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Penanganan Karhutla: Ini Prioritas Sangat Utama!
astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi prioritas bagi pemerintah.
Karena itu, ia meminta seluruh jajarannya agar tidak ragu menyampaikan segala kebutuhan dan keperluan demi mempercepat proses pemadaman di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan karhutla yang digelar secara hibrida dari Istana Merdeka, Senin (12/10/2026).
"Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini," jelas Presiden Prabowo, dikutip dari siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI, Selasa (13/10/2026).
Apresiasi pihak yang kerja keras bantu
Dalam rapat itu, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di lapangan, mulai dari para panglima, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga jajaran pemerintah daerah.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar penanganan karhutla bisa berjalan optimal sekaligus menjaga kelestarian hutan Indonesia secara berkelanjutan.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Upaya pencegahan justru harus menjadi titik awal yang paling diperhatikan.
Bakal tambah polisi hutan sebanyak 70.000
Sebagai langkah antisipasi, Presiden Prabowo meminta jumlah personel polisi hutan ditingkatkan secara signifikan hingga mencapai 70.000 orang.
Ia menilai jumlah polisi hutan yang ada saat ini masih belum memadai untuk mengamankan kawasan hutan dari berbagai risiko lingkungan.
"Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," imbuh Presiden Prabowo.
Penguatan personel tersebut tentu perlu diimbangi dengan pelatihan yang memadai agar hasilnya lebih efektif.
Untuk itu, ia juga meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) turut membantu proses pendidikan bagi para polisi hutan.
“Kapolri nanti bisa bantu, ya, mendidik polisi hutan,” ucapnya.
Dorong strategi mitigasi dan pencegahan
Selain menambah jumlah personel, Presiden Prabowo menekankan pentingnya strategi mitigasi dan pencegahan yang presisi hingga ke tingkat yang paling bawah, yakni tingkat desa. Langkah ini disiapkan agar potensi karhutla bisa dicegah sebelum meluas.
Strategi tersebut, lanjut Presiden Prabowo, telah didiskusikan bersama para pakar dari berbagai perguruan tinggi, profesor, serta para ahli daerah yang benar-benar memahami kondisi lapangan di wilayah masing-masing.
“Paling utama nanti adalah pencegahan, presisi, dan mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” katanya.
Mengingat beratnya tantangan dan kondisi alam di lapangan, Presiden Prabowo menilai penanganan karhutla memerlukan keterlibatan banyak pihak dalam skala besar. Ia pun meminta semua pihak terkait untuk bergerak cepat dan memperkuat koordinasi.
“Saya kira, kalau kita tidak turun tangan secara besar-besaran, tidak bisa,” tegasnya. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo menegaskan penanganan karhutla sebagai prioritas utama pemerintah, dengan fokus pada percepatan pemadaman sekaligus pencegahan sejak dini. Rencana penambahan 70.000 polisi hutan dan penguatan mitigasi hingga tingkat desa menjadi langkah strategis untuk melindungi hutan Indonesia. Kuncinya, bukan sekadar bergerak saat api muncul, tetapi memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor agar risiko karhutla bisa ditekan sejak awal.









