Arab Saudi Mencekam: 1.500 Penerbangan Batal, Jemaah Umrah Terlantar!
astakom.com, Jakarta – Situasi lalu lintas udara di seluruh wilayah Arab Saudi makin chaos dan enggak kondusif pada Senin (12/10/2026). Ratusan jadwal penerbangan mendadak dibatalkan di tiga bandara tersibuk di negara tersebut akibat rentetan serangan mematikan yang diduga dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi asal Yaman.
Kondisi serba stuck ini terjadi di Riyadh, Jeddah, dan Dammam. Dampaknya pun meluas, tak hanya mengacaukan rute maskapai internasional tetapi juga merugikan ribuan jemaah keagamaan.
Serangan kelompok Houthi
Berdasarkan pemantauan data Flightradar24 yang ditinjau oleh Gulf Business pada Senin sekitar pukul 05.30 pagi waktu Arab Saudi, sebanyak 436 penerbangan di Bandara Internasional King Khalid Riyadh terpaksa dibatalkan. Jumlah tersebut mencapai 64 persen dari total keseluruhan jadwal penerbangan yang ada.
Kondisi serupa terjadi di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dengan catatan 115 penerbangan dibatalkan mewakili 15 persen dari total layanan penerbangan. Sementara itu, Bandara Internasional King Fahd Dammam mencatat 63 pembatalan atau sekitar 27 persen dari jadwal.
Lonjakan angka tersebut merupakan kelanjutan dari gelombang gangguan masif pada hari Minggu sebelumnya, ketika Bandara Riyadh mencatat 655 pembatalan penerbangan atau setara 98 persen dari seluruh jadwal. Kelumpuhan nyaris total ini terjadi usai penangguhan sementara operasional bandara pascaserangan hari Sabtu yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang.
“Jeddah melaporkan 158 pembatalan dan 393 penundaan, sementara Dammam mencatat 58 pembatalan dan 115 penundaan,” berdasarkan laporan yang dilansir dari Gulf News pada Senin (12/10/2026).
Secara akumulasi di ketiga hub penerbangan utama tersebut, data pelacakan mencatat ada 871 rekam pembatalan pada hari Minggu dan disusul 614 pembatalan tambahan pada hari Senin. Walaupun demikian, angka pembatalan di tingkat bandara ini berpotensi memiliki tumpang tindih data untuk rute-rute penerbangan yang menghubungkan ketiga bandara tersebut.
Dampak jemaah terlantar
Dampak dari eskalasi militer dan pembatalan penerbangan beruntun ini menyasar langsung para pelaku perjalanan ibadah. Banyak jemaah umrah menjadi korban yang ikut terlantar di tengah situasi darurat ini.
Rekaman video yang disiarkan oleh media televisi pemerintah Arab Saudi memperlihatkan momen mencekam saat puluhan jemaah sedang bersiap untuk masuk ke dalam pesawat di bandara Riyadh pada hari Sabtu, sebelum akhirnya dentuman serangan memicu kepanikan luar biasa di dalam terminal.
Pihak Kementerian Kesejahteraan Ekspatriat Bangladesh mengonfirmasi kalau terdapat sekitar 500 penumpang asal Bangladesh yang kini terlantar di Riyadh akibat insiden penyerangan tersebut. Area Bandara Riyadh memang terus menjadi sasaran empuk serangan dalam beberapa hari terakhir, termasuk insiden hari Sabtu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Tidak berhenti di situ, serangan susulan pada hari Minggu melesat merusak Terminal 4, hingga menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya, sebagaimana diungkapkan oleh otoritas penerbangan Arab Saudi.
Pada Minggu malam, Bandara Dammam juga turut menjadi target penyerangan. Pihak otoritas Saudi menyatakan kalau proses penilaian tingkat kerusakan serta pemeriksaan aspek keselamatan secara menyeluruh saat ini masih terus berjalan.
Maskapai global lumpuh
Lumpuhnya ruang udara Arab Saudi menjalar cepat ke jaringan rute global, termasuk konektivitas udara yang menghubungkan Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Maskapai Etihad Airways resmi mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan khusus rute Abu Dhabi menuju Riyadh, Jeddah, serta Dammam hingga Selasa (13/10/2026).
Langkah serupa diambil oleh Emirates yang menyetop penerbangan tertentu dari Dubai menuju kawasan Arab Saudi. Di saat bersamaan, flydubai memilih memperpanjang durasi pembatalan rute menuju Riyadh hingga 14 Oktober.
Untuk menangani warga negaranya yang tertahan, pihak konsulat Arab Saudi di Dubai mengerahkan armada bus guna mengangkut warga negara Saudi yang terlantar di UEA akibat ketiadaan penerbangan.
Maskapai penerbangan global dari benua lain pun berbondong-bondong merombak jadwal. Lufthansa Group mengumumkan penangguhan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober, sementara sederet maskapai asal India turut membatalkan operasional mereka.
Peringatan bahaya FAA
Melihat risiko yang makin mengancam, Badan Penerbangan Federal AS (FAA) menerbitkan imbauan keselamatan resmi (safety advisory). FAA mendesak seluruh operator penerbangan asal AS untuk ekstra waspada saat melintasi atau mengudara di wilayah udara Arab Saudi, mengingat tingginya aktivitas militer dan potensi gangguan pada sistem navigasi penerbangan. Imbauan mendesak ini ditetapkan berlaku hingga 10 Desember mendatang. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Flight cancel mendadak emang bikin anxiety, tapi konflik di Arab Saudi ini beneran next level seramnya sampai bikin ribuan orang & jemaah umrah stuck di bandara. Buat lo yang ada rencana traveling atau keluarganya lagi ibadah di sana, tetep pantau update penerbangan dan doa yang terbaik biar situasinya cepet aman lagi, ya!









