Serangan Houthi Meluas, Arab Saudi Minta DK PBB Jangan Tinggal Diam
astakom.com, Jakarta – Arab Saudi menggebrak meja diplomasi di markas PBB. Kerajaan meminta Dewan Keamanan (DK) PBB segera turun tangan menghadapi serangan kelompok pemberontak Houthi dari Yaman yang kian membesar. Riyadh menilai ancamannya sudah menjalar ke mana-mana, warga sipil, stabilitas kawasan, hingga keamanan pelayaran internasional.
Pesan itu disampaikan Wakil Tetap Arab Saudi untuk PBB, Abdulaziz M. Alwasil, dalam sidang DK PBB di New York pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ia meminta para anggota dewan tidak menganggap enteng situasi ini.
Riyadh gebrak meja di PBB
"Dewan Keamanan harus menilai risiko perkembangan ini dan ancaman yang ditimbulkannya dengan tingkat tanggung jawab setinggi-tingginya," tutur Wakil Tetap Arab Saudi buat PBB Abdulaziz M. Alwasil.
"Perkembangan pesat di Yaman ini dan eskalasi yang terus dilakukan milisi teroris Houthi harus ditangani oleh Dewan," sambungnya dilansir dari Anadolu Agency pada Minggu (11/10/2026).
Menurut Alwasil, serangan yang menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil, ditambah ancaman terhadap navigasi maritim, punya efek domino yang jauh melampaui Yaman dan Timur Tengah. Gangguan keamanan laut, katanya, bisa mengguncang perdagangan internasional, ekonomi global, sampai rantai pasok dunia.
Efek domino ke ekonomi dunia
Karena itu ia menegaskan pentingnya menjaga jalur pelayaran tetap aman di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb. Ia juga menuding Houthi tak berhenti bermanuver secara agresif, baik terhadap rakyat Yaman sendiri, negara-negara tetangga, maupun kawasan yang lebih luas.
Laut Merah jadi sorotan
Alwasil menyebut situasi sudah masuk fase "eskalasi berbahaya". Serangan itu, menurutnya, juga menyasar warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas penting di wilayah Arab Saudi sendiri.
Ia mengingatkan kalau eskalasi militer terus dipilih dan jalur damai diabaikan, krisis Yaman hanya akan makin panjang dan penderitaan rakyatnya makin dalam. Eskalasi itu juga dinilai bisa merusak upaya regional dan internasional untuk mencapai solusi politik yang komprehensif.
"Kerajaan Arab Saudi menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, serta menghentikan serangan Houthi yang mengancam keamanan kerajaan dan kawasan serta keselamatan navigasi internasional," papar Alwasil.
Jalur damai tetap dibuka
Ia kembali menekankan komitmen Arab Saudi buat mewujudkan keamanan dan stabilitas serta mengakhiri penderitaan rakyat Yaman. Riyadh, katanya, akan terus mendukung "setiap upaya serius" menuju solusi politik yang komprehensif dan berkelanjutan, yang menjaga kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Intinya, konflik Yaman ini bukan cuma urusan jauh di Timur Tengah. Kalau jalur laut kayak Laut Merah keganggu, harga barang, ongkir, sampai rantai pasok global bisa ikut kena, jadi efeknya nyampe ke dompet kita juga. Arab Saudi lagi mendorong PBB buat bertindak, sambil tetap bilang pintu solusi damai terbuka. Jadi ini sinyal kalau situasi lagi panas banget dan dunia lagi nungguin langkah DK PBB selanjutnya.









