Lagi Meliput, Jurnalis Foto Ditembak Peluru Karet Tentara Israel di Tepi Barat

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:28 WIB
Lagi Meliput, Jurnalis Foto Ditembak Peluru Karet Tentara Israel di Tepi Barat
Lagi Meliput, Jurnalis Foto Ditembak Peluru Karet Tentara Israel di Tepi Barat [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Situasi di Tepi Barat lagi-lagi memanas. Seorang jurnalis foto Palestina dari kantor berita Anadolu, Issam Rimawi, jadi korban tembakan peluru karet pasukan Israel pada Sabtu, (10/10/2026).

Dilansir dari Anadolu Ajansi pada Minggu (11/10/2026) Ceritanya bermula dari para petani di Desa Deir Nizam, dekat Ramallah. Mereka sempat meminta bantuan para aktivis buat memanen buah zaitun, karena serangan pemukim ilegal Israel bikin mereka susah banget mengakses lahan pertanian sendiri.

Panen zaitun berujung ricuh

Permintaan itu pun dijawab. Para petani berangkat ke kebun bareng banyak aktivis buat memetik zaitun. Tapi di tengah proses panen, warga Israel datang ke lokasi dan menyerang warga Palestina serta para aktivis yang lagi mengumpulkan buah zaitun.

Tentara disebut berpihak ke pemuk

Nggak lama, pasukan Israel tiba di lokasi. Bukannya melerai, mereka disebut berpihak kepada para pemukim Israel dan malah menembakkan gas air mata serta peluru karet ke arah warga Palestina.

Di tengah kekacauan itu, Rimawi yang lagi meliput proses panen zaitun terkena peluru karet di bagian betis kanannya.

Pakai rompi pers, tetap ditembak

Setelah dilarikan ke rumah sakit setempat untuk dirawat, Rimawi menceritakan kronologi versinya. Menurutnya, sempat terjadi bentrokan antara warga Israel dan warga Palestina sebelum pasukan Israel datang dan menyerang warga Palestina.

Ia juga menegaskan kalau tentara Israel tetap menembaki mereka, padahal para jurnalis jelas-jelas mengenakan rompi dan helm pers yang menandai profesi mereka selaku wartawan.

Ribuan korban sejak 2023

Sejak Oktober 2023, pasukan Israel dan warga Israel disebut makin sering menyerang warga Palestina beserta properti mereka di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Berdasarkan data Palestina, selama periode tersebut sebanyak 1.210 orang tewas, 13.350 orang terluka, dan 26.000 orang ditangkap. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, jadi jurnalis di wilayah konflik itu bukan cuma soal nyari berita, tapi juga taruhan keselamatan. Rimawi sudah pakai rompi dan helm pers, tapi tetap kena tembak, padahal atribut itu justru dipakai biar jurnalis nggak dijadikan sasaran. Kasus ini juga jadi pengingat kalau data korban sejak Oktober 2023 itu bukan sekadar angka, tapi ribuan orang nyata. Kita juga perlu tetap kritis: kronologi di berita ini bersumber dari versi Rimawi dan data pihak Palestina, jadi wajar kalau kita cek juga laporan dari sumber lain biar gambarannya utuh.

tepi barat palestina Palestina Update israel

Infografis

Terkini