Malam Sibuk di Lapas Cibinong, Pindahin Barbuk Mewah Hasil Sidak Ombudsman hingga Diumpetin di Kandang Sapi
astakom.com, Jakarta - Itjen Kemenimipas berhasil ngebongkar kasus fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong. Investigasi ini ngejelasin alasan di balik hilangnya barang-barang mewah dari lokasi pas Menteri Imipas dateng meninjau hari Kamis (24/09/2026), sehari sesudah sidak Ombudsman RI.
Trik dipindahin malam hari sampe ditemuin di bekas kandang sapi
Fasilitas mewah kayak AC, kulkas, dan televisi sempet dipindahin pas malam hari. Rudi Setiawan ngejelasin kronologinya:
“Jadi pada tanggal 23 September malam, barang-barang itu dipindahkan, sebagian ada yang berhasil kami temukan, sebagian ada yang sudah dibawa keluar, dan kami temukan di bekas kandang sapi tersebut,” kata Rudi.
Barang-barang non-BMN itu dipastiin punya warga binaan atas nama Jimmy Masrin. “Sebagaimana sudah terlihat di pas fotonya atas nama Jimmy Masrin, dan yang terlihat di kameranya adalah Jimmy Masrin sendiri, dan barang-barang itu milik pak Jimmy Masrin,” ungkapnya.
Biar gak dipake lagi, seluruh bangunan dan fasilitas liar langsung dihancurin:
“Sebagaimana disampaikan Pak Dirjenpas bahwa seluruh bangunan yang ada itu, tidak menggunakan uang negara itu dihancurkan supaya tidak digunakan,” ucapnya.
Indra Kenz ikut danai kontainer dan temuan 21 bangunan
Nama Indra Kenz ikut terekspos sebagai salah satu warga binaan yang ngedanain fasilitas tiga kontainer BMN:
“Sementara itu, tiga kontainer yang ditemukan tercatat dalam BMN, tetapi fasilitas yang berada di dalamnya didanai oleh warga binaan salah satunya Indra Kesuma atau Indra Kenz,” kata Rudi dalam konferensi pers, Senin (05/10/2026).
Tim investigasi juga nemuin 21 bangunan di luar area utama lapas:
“Bangunan-bangunan yang berada di luar area lapas bagian luarnya, masih dalam lingkup Lapas Cibinong itu kami menemukan ada 21 bangunan, 8 diantaranya bangunan terdaftar dan terdata di sistem manajemen Barang Milik Negara,” kata Rudi di Jakarta, Senin.
- 8 Bangunan Terdaftar BMN: Rumah kalapas, rumah kasubsi keamanan, rumah kasubsi registrasi, wisma asimilasi, 3 kontainer, dan 1 bangunan tanpa peruntukan.
“Itu semua tercatat, tiga kontainer juga itu terdaftar. Totalnya ada 8 bangunan,” ujarnya.
- 13 Bangunan Non-BMN: Hasil temuan Ombudsman mencakup 2 bangunan ngadep sungai, 8 bangunan berpagar hitam, dan 3 tempat istirahat petugas. Bangunan dari swadaya warga binaan sejak 2023 yang direnovasi 2025–2026 ini gak pake APBN:
“Bangunan tersebut juga tidak menggunakan anggaran negara sehingga tidak dapat dicatatkan, termasuk perabotan yang berada di dalamnya tidak menggunakan uang negara,” ucapnya.
Status Guest House, Simulator Golf, Mobil Mewah, dan Kolam Renang
Pihak Itjen juga ngejelasin status fasilitas lainnya yang ditemukan di Lapas Cibinong. Guest House di sana merupakan lokasi bekas kantor atau gudang SAE yang diubah pake dana warga binaan.
“Jadi SAE itu kemudian diubah menjadi guest house, sumber dana juga dari warga binaan, dan digunakan untuk menerima kunjungan warga binaan, dilakukan di tempat tersebut,” paparnya.
Sementara untuk Simulator Golf, masih tahap rencana dan udah dibersihin pas menteri dateng
“Berdasarkan keterangan diperoleh oleh pekerja, dan kami menemukan itu bekas-bekas yang sudah dibersihkan, ketika Pak Menteri datang, sudah tidak ada (simulator golf), dan sumber dananya dari warga binaan,” terangnya.
- Mobil Mewah: Dipastiin mobil pengunjung yang mau ketemu warga binaan.
“Yang ada di mobil sebelahnya rumah Pak Jimmy Masrin, warga binaan Pak Heru,” terangnya. Isu Kolam Renang, dibantah tegas sama pihak Itjen. “Kami menerangkan kolam renang itu tidak ada di lingkungan tersebut. Yang biru-biru itu untuk kotoran sapi itu salah lihat saja, kami melihat di sana tu bukan untuk kolam renang,” kata Rudi. (RaM)
Gen Z Takeaway
Bener-bener plot twist parah, misteri 'simsalabim' hilangnya barang mewah di Lapas Cibinong pas Pak Menteri sidak akhirnya kebongkar fix tanpa sisa! Dari trik mindahin AC sama TV ke bekas kandang sapi tengah malam, keterlibatan Indra Kenz yang ikut ngutak-ngatik dana kontainer mewah, sampe temuan 13 bangunan ilegal non-BMN, semuanya udah dikuliti tuntas sama tim investigasi.









