Komisi XI DPR Sahkan Dua Nama Anggota BPK Baru
astakom.com, Jakarta - Komisi XI DPR RI resmi ngetok palu buat menetapkan Dr. Nyoman Adhi Suryadnyana dan Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terpilih periode 2026-2031. Keputusan fix ini diambil lewat rapat internal pasca Komisi XI tuntas gelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) buat 23 calon anggota pada Senin (5/10/2026). Langkah berikutnya, dua nama hasil pilihan ini bakal dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI buat dapet persetujuan resmi.
Detail pilihan komisi XI DPR RI
Sesuai rilis resmi rapat internal Komisi XI DPR RI pada Senin, 5 Oktober 2026, lembaga legislatif ini udah menyepakati ketetapan:
“Menyepakati dan menetapkan Dr. Nyoman Adhi Suryadnyana, S.E., M.E., M.Ak., CA., Ak., CSFA., Cfra., CCAE dan Saudara Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman, S.IP., M.A.P. sebagai calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terpilih untuk periode 2026-2031,” bunyi ketetapan tersebut dikutip Selasa (06/10/2026).
Dinamika proses seleksi dan tahapan Selanjutnya
Proses seleksi di Komisi XI ini awalnya menguji 23 calon anggota BPK yang dibagi ke dalam dua panel. Namun, ada tiga calon yang terpantau ghosting alias gak hadir pas fit and proper test, yaitu Jodi Purgito, Hasbi Anshory, S.E., M.M., dan Dr. Drs. Samsudin, S.H., M.H., M.Pd.
Rangkaian seleksi ini sendiri dijalanin DPR buat ngisi dua posisi anggota BPK yang kosong. Sebelum ngetok keputusan akhir, DPR udah sempet nyerahin 23 nama ke DPD RI buat dapet pertimbangan, di mana Komite IV DPD RI akhirnya ngerekomendasiin 10 nama balik ke DPR. Abis dapet persetujuan dari Rapat Paripurna DPR, mekanisme ini bakal ditutup sama peresmian langsung dari Presiden. (RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Info terpilihnya dua anggota BPK RI baru periode 2026-2031 ini udah valid banget dan ngelewatin proses seleksi yang strict dari Komisi XI DPR RI! Dari 23 calon—termasuk tiga nama yang absent—akhirnya Nyoman Adhi Suryadnyana sama Khaidir Abdurrahman yang lolos. Tinggal nunggu persetujuan Paripurna sama peresmian dari Presiden biar mereka langsung gas bertugas di BPK.









