Filipina Bawa Suara ASEAN ke KTT BRICS New Delhi, Ada Apa?

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 14 September 2026 | 16:30 WIB
Filipina Bawa Suara ASEAN ke KTT BRICS New Delhi, Ada Apa?
Filipina Bawa Suara ASEAN ke KTT BRICS New Delhi, Ada Apa? (Foto: PCO)

astakom.com, Jakarta – Presiden Filipina Ferdinand  R. Marcos Jr. menegaskan pentingnya memperkuat persatuan ASEAN, menjaga dialog, dan patuh pada hukum internasional saat memaparkan prioritas kawasan dalam Sesi Terbuka KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/09/2026).

Sebagai pemegang keketuaan ASEAN 2026, Marcos menyampaikan kalau 11 negara anggota anggota beserta hampir 700 juta penduduk di dalamnya bakal terus menjaga komunitas kawasan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi ke depan di tengah hantaman hambatan geopolitik maupun ekonomi.

Prioritas keketuaan ASEAN

“Kami menegaskan kembali bahwa stabilitas kawasan, bahkan stabilitas global, bergantung pada kesetiaan kita terhadap sentralitas ASEAN, dialog berkelanjutan, dan kepatuhan yang teguh terhadap tatanan berbasis aturan yang berlandaskan hukum internasional,” tutur Marcos melansir dari Philippine News Agency pada Senin, (14/09/2026).

Berbincang di Bharat Mandapam Convention Center, Marcos menguraikan 3 pilar utama keketuaan Filipina di ASEAN, yaitu perdamaian dan keamanan, koridor kemakmuran, serta pemberdayaan masyarakat.

ASEAN terus memperkuat sinergi maritim, kesiapsiagaan bencana, hingga keamanan iklim, sekaligus membangun benteng ketahanan dari potensi guncangan geopolitik dan ekonomi.

Pilar kemakmuran ekonomi

Dari sisi ekonomi, ASEAN fokus memperkokoh rantai pasok, ketahanan energi, dan pasokan pangan. Langkah nyata ini dijalankan lewat ASEAN Common Shared Power Grid, ASEAN Petroleum Security Agreement, hingga mekanisme cadangan beras regional.

Nggak cuma itu, Filipina juga mengawal pembentukan Digital Economy Framework Agreement selama masa kepemimpinannya. Mereka mendorong penerapan kecerdasan artifisial (AI) yang aman dan beretika, khususnya bagi para pelaku UMKM dan bisnis yang dikelola perempuan. Untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang, skema investasi hijau serta rencana regional untuk pertanian ramah iklim juga tengah dimatangkan.

Pemberdayaan generasi muda

Soal pemberdayaan masyarakat, ASEAN menanamkan investasi pada generasi muda, literasi digital, serta perlindungan bagi kelompok rentan dan keluarga kokoh.

“Kekuatan ASEAN yang terus bertahan terletak pada konsensus, membangun jembatan, dan keterlibatan konstruktif di berbagai kawasan,” ungkap Marcos.

Posisi diplomasi Filipina

Hadir sebagai negara undangan khusus (Outreach Country), Filipina memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pandangannya di hadapan anggota inti dan mitra BRICS.

Meski kelompok yang didirikan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan ini telah berkembang dan kini mencakup 4 negara anggota ASEAN, Filipina memilih untuk tetap memantau pergerakannya sambil terus terlibat secara konstruktif.

Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Marcos turut menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Narendra Modi atas kesuksesan India memegang keketuaan BRICS tahun ini. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Filipina yang pegang keketuaan ASEAN 2026 spill strategi di KTT BRICS New Delhi buat jaga stabilitas kawasan. Nggak cuma fokus ke isu keamanan dan ketahanan iklim, ASEAN juga makin serius garap Digital Economy Framework Agreement biar ekosistem AI ramah buat bisnis anak muda dan UMKM. Komitmen ini ngebuktiik kalau suara Asia Tenggara makin rigid dan relevan di kancah geopolitik global.

Filipina Asean update KTT BRICS KTT BRICS 2026

Infografis

Terkini