Langkah Krusial Cegah Karhutla Jambi: Sekat Bakar, Alat Berat, dan Pendinginan Digenjot Maksimal!

Penulis: Henni Rachma Sari
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 4 September 2026 | 15:07 WIB
Langkah Krusial Cegah Karhutla Jambi: Sekat Bakar, Alat Berat, dan Pendinginan Digenjot Maksimal!
Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk membuat sekat bakar dan kanal air untuk memadamkan sekaligus mendinginkan lahan di Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Kamis (3/9). [dok. BNPB]

astakom.com, Jakarta - Menghadapi puncak musim kemarau pada September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Strategi utama yang menjadi fokus satgas darat di lapangan meliputi pembuatan sekat bakar, pemanfaatan alat berat, pembuatan kanal air, hingga pendinginan intensif di titik-titik rawan, khususnya area gambut.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah membeberkan bahwa pembuatan sekat bakar difokuskan menggunakan ekskavator dukungan dari BNPB guna memutus sebaran api. Selain itu, penambahan 20 personel gabungan dari Basarnas, Brimob, dan Batalyon Infanteri 142 diterjunkan untuk memperkuat tim darat yang saat ini berjumlah 5.984 orang, terutama dalam proses pendinginan area yang sudah padam.

Tambahan pasukan

"Sekarang ada 5.984 orang tim darat dan kita arahkan untuk menambah sekitar 20 orang. Hari ini, 3 September, baru diterbitkan surat keputusannya. Alat berat yang sebelumnya mendapat dukungan dari BNPB juga kita manfaatkan untuk penanganan di lapangan," ujar Bachyuni dalam keterangannya, Jumat (04/09/2026).

Bachyuni menambahkan, tim darat juga diarahkan membuat kanal-kanal air sebagai pasokan sumber air utama untuk operasi pemadaman dan pendinginan. Kondisi lahan gambut diakui menjadi tantangan berat karena terdapat beberapa area yang sulit dijangkau alat berat untuk pembuatan sekat bakar.

"Kalau hari ini ada perkembangan dari Satgas Udara, mungkin ada pelebaran sedikit saja area terbakarnya. Karena kondisinya memang gambut, semalam sudah kita lakukan upaya membuat sekat. Namun, ada daerah yang tidak bisa kita sekat karena alat berat tidak bisa masuk," terangnya.

Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (03/09/2026), total akumulasi lahan terbakar di Jambi mencapai 1.879,31 hektare. Dari penambahan estimasi 47,5 hektare area terbakar pada hari tersebut, sebanyak 37 hektare berhasil dipadamkan (31 hektare oleh satgas darat dan 6 hektare via water bombing), sementara 11,5 hektare sisanya masih dalam penanganan. Pemantauan juga mencatat 182 titik hotspot dan 20 firespot.

Pembuatan sekat dan pendinginan

Salah satu eksekusi pembuatan sekat dan pendinginan oleh satgas darat berlangsung di Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Di lokasi tersebut, tim Pos 27 memadamkan api seluas tiga hektare serta mengintensifkan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api tersisa.

Di samping upaya darat dan udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan 8.000 kg garam (NaCl) telah digelar sebanyak 8 sortie pada 26 Agustus–2 September 2026. Mengingat BMKG memprediksi minimnya pertumbuhan awan hingga 10 September 2026, satgas akan memaksimalkan patroli darat serta pemantauan cuaca secara berkala. (RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Pencegahan karhutla di Jambi lagi level up banget! Tim gabungan fokus ke tiga jurus utama: bikin sekat bakar pakai ekskavator, bikin kanal air, dan pendinginan total biar gak ada bara api nyangkut di lahan gambut. Meski alat berat gak bisa masuk ke semua titik dan awan hujan lagi low stock, ribuan personel satgas darat tetap standby nge-guard wilayah rawan api!

BNPB Kebakaran Hutan dan Lahan Karhutla Jambi Penanganan Karhutla

Infografis

Terkini