Ketua Komisi IV DPR Tekankan Swasembada Bawang Putih: Dorong Penguatan Produksi untuk Kurangi Impor
astakom.com, Jakarta — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek, bareng Kapolri Listyo Sigit Prabowo lakukan gerakan penanaman bawang putih serentak di 14 Polda, panen raya, sampai groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, kemarin.
Titiek mengingatkan kalau Indonesia pernah ada di fase sukses swasembada bawang putih. Ia mengatakan sekarang waktunya buat kembali sukseskan pencapaian tersebut.
“Indonesia pernah swasembada bawang putih. Tentunya saat ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk bagaimana kita mengulang kejayaan yang pernah terjadi saat itu,” kata Titiek, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, dikonfirmasi Kamis (20/08/2026).
“Penanaman bawang putih serentak ini harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial, guna mendukung pencapaian swasembada bawang putih,” sambung Titiek.
Ekosistem jelas dari hulu ke hilir
Titiek menekankan pentingnya penataan dari hulu ke hilir. Petani harus dikasih kepastian mulai dari benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian, pembiayaan, teknologi, pendampingan, hingga kepastian pasar dan harga.
“Dukungan sarana produksi harus benar-benar sampai kepada petani, meliputi benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian, pembiayaan, teknologi, serta pendampingan dengan memperhatikan ketepatan jumlah, waktu, dan sasaran,” ujar Titiek.
Ia menyebut kalau kepastian penyerapan panen itu kunci utama biar petani tetep semangat budidaya.
“Swasembada tidak hanya berorientasi pada perluasan lahan dan peningkatan produksi, tetapi juga harus membangun ekosistem bawang putih yang kuat serta memberikan manfaat dan keuntungan bagi petani,” katanya.
DPR dorong roadmap swasembada
Titiek juga mendorong pemerintah punya roadmap swasembada bawang putih yang makin clear dan terukur.
“Komisi IV DPR RI akan terus memberikan dukungan dan menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya untuk mendorong keberhasilan program swasembada bawang putih,” tegas Titiek.
Sesuai instruksi Presiden Prabowo
Di sisi lain, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kalau langkah ini sesuai instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto biar Indonesia mandiri pangan di tengah situasi global yang makin gak menentu.
“Bapak Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini, kita semua harus mandiri, khususnya di bidang ketahanan pangan. Oleh karena itu, ini menjadi perintah dari beliau yang harus kita tindak lanjuti sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Kapolri.
Realitanya, tantangan bawang putih emang real banget. Kebutuhan nasional kita nembus 600.000 ton per tahun, tapi produksi lokal baru sanggup nyuplai 34.000 sampai 40.000 ton. Alhasil, ketergantungan impor kita masih overpower di angka 90 sampai 95 persen.
Diberitakan sebelumnya, penanaman serentak ini mengeksekusi lahan seluas 279,5 hektare yang tersebar di 59 Polres, dengan menggaet 110 kelompok tani serta 2.174 petani. Dari total area tersebut, estimasi hasil panennya tak main-main, yakni diproyeksikan mencapai 2.795 ton. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Gerakan tanam bawang putih serentak di 14 Polda jadi langkah konkret mengejar swasembada. Namun, kuncinya bukan cuma produksi, melainkan ekosistem hulu ke hilir, mulai dari benih, pupuk, teknologi, pendampingan, hingga kepastian pasar. Dengan produksi lokal yang masih jauh dari kebutuhan nasional, roadmap yang konsisten penting untuk menekan impor sekaligus menjaga kepastian usaha petani.









