Dorong Kemitraan RI-RRT, Menlu China Siap Hadiri Dialog 2+2
astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri China Wang Yi dijadwalkan bakal mengunjungi Indonesia untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, atau dikenal sebagai forum Dialog 2+2.
"Selama berada di Indonesia, Wang Yi akan memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China–Indonesia, serta bersama Menteri Pertahanan Dong Jun menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Kedua Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan China–Indonesia," tutur Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.
Fokus agenda kunjungan
Pelaksanaan Dialog Strategis Komprehensif (CSD) RI-China ini bakal diselenggarakan pada 21 Agustus 2026, sementara rangkaian agenda kunjungan Wang Yi sendiri dijadwalkan berlangsung sampai 22 Agustus 2026.
“Pertemuan CSD ini merupakan mekanisme bilateral baru tingkat Menlu yang dibentuk pada saat kunjungan kerja Menlu RI ke Beijing, RRT, pada bulan April 2025,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (19/08/2026).
Misi utama CSD & 2+2
Forum CSD ini dirancang khusus guna mengidentifikasi berbagai capaian kerja sama yang sudah berjalan, sekaligus merumuskan prioritas strategis kedua negara ke depan.
Dalam hari yang sama dengan penyelenggaraan CSD, Kementerian Luar Negeri RI juga bakal menjadi tuan rumah Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 yang melibatkan Menteri Luar Negeri serta Menteri Pertahanan dari kedua belah pihak.
“Pertemuan 2+2 akan berfokus pada pembahasan penguatan kerja sama bidang politik, pertahanan dan keamanan baik pada tataran bilateral, regional dan global,” tulis keterangan Kemlu.
Agenda berbobot tersebut menjadi bukti nyata dari makin eratnya kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan China.
Pilar kerja sama strategis
Sebelumnya, pada Pertemuan 2+2 perdana yang digelar 21 April 2025 di Beijing, Indonesia dan China sudah sepakat buat memperluas dialog kerja sama keamanan. Kedua negara berkomitmen membangun hubungan keamanan yang komprehensif dan berkelanjutan yang ditopang oleh lima pilar utama, yaitu ekonomi, hubungan antar masyarakat, maritim, politik, serta keamanan.
Dalam momentum itu pula, Menlu Sugiono dan Menlu Wang Yi resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait pembentukan Comprehensive Strategic Dialogue (CSD)
Tak berhenti di situ, Indonesia dan China juga fix sepakat buat meningkatkan kerja sama penegakan hukum. Hal ini mencakup bantuan hukum timbal balik, pertukaran data intelijen, hingga koordinasi operasi bersama untuk memberantas kejahatan transnasional, kejahatan siber, dan ekstremisme.
Penguatan keamanan & maritim
Demi memperkuat strategic trust atau rasa saling percaya, kedua negara turut membentuk mekanisme konsultasi bilateral baru yang berfokus pada isu perlucutan senjata, non-proliferasi, dan pengendalian senjata.
Sementara di sektor maritim, koordinasi lapangan juga bakal makin diperketat, salah satunya melalui sinergi yang lebih erat antara Bakamla dan China Coast Guard.
“Kedua pertemuan strategis ini mencerminkan wujud penguatan kemitraan strategis komprehensif antara RI-RRT,” ucap Kemlu. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Hubungan diplomasi Indonesia dan China makin next-level! Lewat pertemuan high-level ini, kedua negara gak cuma bahas bisnis atau politik formal aja, tapi juga langsung nge-gas kerja sama krusial dari keamanan siber, penanganan kejahatan lintas negara, sampai penjagaan laut. Ini bukti kalau posisi strategis Indonesia makin diperhitungkan dalam menjaga stabilitas kawasan global.









