BMKG Spill Potensi Hujan 14–20 Agustus di Tengah El Nino Makin Kuat dan Kemarau Meluas

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:40 WIB
BMKG Spill Potensi Hujan 14–20 Agustus di Tengah El Nino Makin Kuat dan Kemarau Meluas
BMKG Spill Potensi Hujan 14–20 Agustus di Tengah El Niño Makin Kuat dan Kemarau Meluas (Ilustrasi/Pexels)

astakom.com, Jakarta - Cuaca Indonesia pada pekan ini masih didominasi suasana kemarau, tetapi bukan berarti hujan benar-benar menghilang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru mengingatkan ada sejumlah wilayah yang tetap berpotensi diguyur hujan hingga angin kencang pada periode 14–20 Agustus 2026.

Dalam update terbarunya, BMKG mencatat kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi El Nino dengan intensitas sangat kuat dan kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi tersebut membuat suplai uap air berkurang sehingga atmosfer Indonesia cenderung lebih kering.

Update ini disampaikan BMKG melalui akun Instagram resminya @infobmkg dan laman resmi BMKG untuk prakiraan sepekan 14–20 Agustus 2026. BMKG juga menyoroti meluasnya musim kemarau serta ancaman kekeringan yang ikut meningkat.

El Nino makin kuat

BMKG mencatat pada Dasarian I Agustus 2026, curah hujan kategori rendah mendominasi 90,79 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, curah hujan kategori menengah mencapai 8,28 persen dan kategori tinggi hanya 0,93 persen.

Perkembangan musim juga menunjukkan sebanyak 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau. Dari sisi sifat hujan, 87,28 persen wilayah tercatat berada pada kondisi bawah normal.

Meski begitu, hujan masih bisa muncul secara lokal. Pada 10–13 Agustus 2026, BMKG mencatat hujan intensitas sedang di Kepulauan Nias sebesar 44 mm per hari, Sumatera Utara 28 mm per hari, dan Papua Pegunungan 23 mm per hari.

Wilayah yang perlu waspada

Untuk periode tanggal 14–16 Agustus 2026, BMKG memprakirakan cuaca Indonesia secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, beberapa wilayah tetap perlu mencermati potensi cuaca signifikan.

  • Potensi hujan sedang hingga lebat: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
  • Potensi angin kencang: Aceh, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara untuk periode 17–20 Agustus 2026, wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain:

  • Potensi hujan lebat: Sumatera Barat dan Papua Pegunungan.
  • Potensi angin kencang: Aceh, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

BMKG kasih spill antisipasi

Dalam keterangan tertulisnya, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap musim kemarau berarti seluruh wilayah bakal bebas dari hujan dan cuaca buruk.

“Memasuki musim kemarau yang semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip pada Jumat (14/08/2026).

BMKG meminta masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung atau tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Masyarakat dan pemerintah daerah juga diminta menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Di sisi lain, hujan yang turun secara lokal tetap bisa disertai kilat atau petir dan angin kencang. Karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir saat cuaca buruk. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Jadi, meski vibes-nya lagi kemarau, hujan belum benar-benar cabut dari Indonesia. Ada wilayah yang tetap berpotensi kena hujan lebat dan angin kencang, sementara sebagian besar wilayah justru menghadapi kondisi yang makin kering akibat pengaruh El Niño.

BMKG Perkiraan Cuaca BMKG Perkiraan BMKG El Nino El ñino 2026 El Nino 'Godzila' Fenomena El Nino

Infografis

Terkini