Terjang Medan Gambut yang Sulit, Tim Gabungan Karhutla Pantang Mundur Padamkan Api

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 21 September 2026 | 19:07 WIB
Terjang Medan Gambut yang Sulit, Tim Gabungan Karhutla Pantang Mundur Padamkan Api
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memantau Posko Karhutlah melihat secara langsung pemadaman kebakaran lahan di Keluraha Karya Jaya, Kecamatan  Kertapati, Palembang, Jumat (18/09/2026). [astakom/ str-Mushaful Imam]

astakom.com, Jakarta — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia dihadapkan pada rintangan yang tidak mudah. Luasnya area yang terbakar serta karakteristik lahan gambut yang sulit ditaklukkan menjadi ujian berat bagi para petugas di lapangan.

Meski harus berhadapan dengan kondisi medan yang ekstrem, pemerintah memastikan pergerakan tim darat maupun udara tidak berhenti demi memadamkan titik api dan melindungi warga.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa faktor geografis dan jenis lahan merupakan kendala utama yang harus diatasi oleh seluruh tim penanggulangan.

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” ujar Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/09/2026).

Teddy menegaskan bahwa seluruh elemen tetap bergerak solid demi meminimalkan dampak buruk dari bencana asap ini.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” lanjutnya.

Kerahkan Puluhan Pesawat dan Puluhan Ribu Personel

Untuk menembus titik-titik yang sulit dijangkau akibat sulitnya medan gambut, pemerintah mengombinasikan strategi pemadaman dari udara dan darat. Sejak bulan Agustus, sebanyak 64 armada udara dikerahkan untuk melakukan pemboman air (water bombing). Armada tersebut terdiri dari 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI.

Sementara di jalur darat, sebanyak 54.394 personel gabungan terus bersiap dan menyisir area kebakaran. Tim gabungan ini merupakan sinergi dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, hingga masyarakat setempat.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” pungkas Teddy. (RAM)

Gen Z Takeaway

Battle lawan medan ekstrem! Karhutla di Indonesia ternyata makin tricky buat dipadamin gara-gara luasnya wilayah dan alotnya karakteristik lahan gambut. Tapi tenang, Seskab Teddy Indra Wijaya ngefirm kalau lebih dari 54.000 personel gabungan darat dan 64 pesawat water bombing tetap pantang mundur buat nembus titik api demi ngelindungin warga dari bahaya asap!

Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Lahan Gambut basarnas

Infografis

Terkini