Worth It! RI-Tailan Kompak Jaga Trust Investor, Carbon Market Jadi Magnet Baru

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Worth It! RI-Tailan Kompak Jaga Trust Investor, Carbon Market Jadi Magnet Baru
Worth It! RI-Thailand Kompak Jaga Trust Investor, Carbon Market Jadi Magnet Baru [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi investasi yang aman dan menjanjikan bagi pelaku usaha global. 

Hal ini ditegaskan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, saat bertemu Perdana Menteri Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul di acara Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, hari ini, Selasa (04/08/2026).

Hashim pastiin bahwa Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif demi menciptakan atmosfer bisnis yang kondusif dan tepercaya.

"Kami menyambut baik perusahaan dari seluruh dunia dan dapat meyakinkan seluruh investor atas keandalan kami. Investasi Anda aman dan akan selamanya aman di Indonesia," kata Hashim dalam acara Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Selasa (04/08/2026).

Mandat Presiden Prabowo

Prinsip keterbukaan tanpa diskriminasi ini menjadi komitmen utama pemerintah. Hashim menyebutkan bahwa kebijakan diplomatik Indonesia dirancang untuk membuka ruang kemitraan ekonomi global secara luas, related sama arahan Presiden Prabowo Subianto untuk selalu menjaga trust para investor di berbagai sektor.

"Presiden Prabowo selalu menyampaikan bahwa kebijakannya melanjutkan prinsip 'seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak' sehingga pemerintah selalu menghormati komitmen investor baik di industri ekstraktif, manufaktur, hingga perbankan," kata Hashim.

Konsistensi pada prinsip netralitas yang terjaga selama 75 tahun kedaulatan Indonesia terbukti bikin iklim investasi makin inklusif. Korporasi besar dari Rusia, China, Amerika Serikat, Eropa, Jepang, hingga Australia memiliki porsi yang sama untuk berkembang. Kepastian hukum yang kokoh menjamin Indonesia menjadi tempat yang aman untuk berekspansi sekaligus mencetak profit di sektor perbankan, barang konsumsi, maupun jasa keuangan.

Peluang pasar karbon

Nggak sampai di situ, Hashim ngajak jajaran industri manufaktur dan korporasi Tailan buat melirik potensi pasar karbon domestik. Fasilitas perdagangan ini terbuka lebar guna membantu entitas bisnis global dalam memenuhi kredit offset emisi.

"Kami telah memulai pasar karbon sejak 9 Juli agar mereka yang perlu mengompensasi emisi dapat membeli kredit melalui pasar karbon Indonesia, dan hal ini tentu ditawarkan kepada perusahaan serta manufaktur Tailan," kata Hashim.

Pengembangan bursa karbon ini makin mantap berkat support payung hukum perundang-undangan iklim domestik serta peran aktif Indonesia dalam forum iklim global COP31  Konferensi Para Pihak tentang Iklim.

Kolaborasi solid

Sinergi antara Indonesia dan Tailan sendiri punya rekam jejak yang sudah teruji oleh sejarah, mulai dari terpaan krisis keuangan 1997 hingga eratnya keterikatan rantai pasok industri seperti sektor otomotif. Di tengah dinamika harga energi dunia akibat penutupan Selat Hormuz, kolaborasi bilateral ini menjadi makin krusial untuk menahan dampak guncangan eksternal.

"Kita berbagi nasib yang sama, mulai dari krisis sejarah hingga dampak penutupan Selat Hormuz pada harga energi dan komoditas, sehingga ada dorongan lebih besar bagi kita untuk berkolaborasi membentengi diri dari guncangan eksternal," kata Hashim. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Hashim negesin Indonesia tetap pegang prinsip free-active, jadi investor global nggak perlu worry buat tanam modal di RI. Pemerintah juga buka peluang baru lewat carbon market yang bisa jadi next growth engine. Ditambah collab sama Thailand, vibes ekonomi kawasan diharap makin resilient hadapi gejolak global.

Investasi pasar karbon Hashim Djojohadikusumo PM Tailan

Infografis

Terkini