Wamenag Puji Terobosan Dapur MBG Wakaf Mandiri Pesantren Darunnajah

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 29 Juli 2026 | 08:30 WIB
Wamenag Puji Terobosan Dapur MBG Wakaf Mandiri Pesantren Darunnajah
Wamenag Puji Terobosan Dapur MBG Wakaf Mandiri Pesantren Darunnajah [Dok. Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Langkah konkrit dan kemandirian Yayasan dan Universitas Darunnajah dalam mensupport program strategis nasional dapat acungan jempol alias apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Agama Wamenag, Romo Muhammad Syafii. Komitmen ini bukan cuma wacana, tapi dibuktikan lewat kesuksesan Darunnajah dalam menyelesaikan 100 persen pembangunan 4 Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) berbasis wakaf produktif di lingkungan pondok pesantrennya.

Langkah taktis menghadirkan 4 Dapur Satuan Pelayanan Bergizi (SPPG) ini jadi bukti real optimalisasi wakaf produktif demi menunjang kemandirian sekaligus kesehatan para santri dan warga sekitar. Pihak Darunnajah juga menekankan kalau seluruh modal investasi pembangunan fasilitas tersebut murni berasal dari hasil pengolahan aset wakaf yang dampaknya dikembalikan lagi 100% buat kemaslahatan umat.

Wakaf Mandiri 100%

Pimpinan Ponpes Darunnajah, Sofwan Manaf, memaparkan langsung kesiapan fasilitas dapur SPPG ini di hadapan Wamenag pada Selasa (28/07/2026).

"Kita ini terkait dengan MBG sudah ada empat SPPG yang berada di bawah kita langsung. Semuanya itu berbasis wakaf, jadi dana-dana investasinya pun dari hasil wakaf yang kita kembangkan untuk kembali ke wakaf," tutur Pimpinan Ponpes Darunnajah, Sofwan Manaf, pada saat menjelaskan kesiapan fasilitas dapur SPPG di hadapan Wamenag, Selasa (28/7/2026).

Menanggapi hal tersebut saat menerima audiensi jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas Darunnajah di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Wamenag memberikan respons yang sangat positif.

"Kehadiran empat dapur SPPG berbasis wakaf mandiri di Darunnajah ini merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan santri. Seluruh pembiayaannya dikembangkan secara mandiri dari hasil pengelolaan wakaf produktif," ucap Wamenag pada saat menerima audiensi jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas Darunnajah di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta.

Kemenag Siap Gaspol

Melihat kesiapan yang sudah matang ini, Wamenag auto menginstruksikan jajaran Direktorat Pesantren Kemenag untuk langsung gercep gerak proaktif. Jajaran Kemenag diminta segera mendorong data dan dokumentasi fisik pesantren yang sudah siap 100 persen termasuk Darunnajah ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemenko Pangan agar operasionalnya bisa langsung digaspol.

Upgrade Program Pascasarjana

Nggak cuma bahas program gizi, pertemuan audiensi tersebut juga nge spill agenda penting lainnya, yaitu penguatan tata kelola kelembagaan lewat Program Pascasarjana Magister (S2) dan preparation Doktor (S3) Manajemen Pesantren di Universitas Darunnajah. Wamenag menekankan komitmennya buat terus pantau penuh proses administrasi penyerahan SK Program S3 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Diktis Kemenag), yang selaras bersamaan agenda pengkohan kelembagaan Ditjen Pesantren di Kemenag.

Di sela-sela dialog, Wamenag memberikan sorotan khusus pada kurikulum Program Manajemen Pesantren yang dirancang oleh Universitas Darunnajah. Ia mengingatkan kalau calon pengelola dan pimpinan pesantren masa depan nggak cuma wajib jago ilmu agama, tapi juga harus paham cara mengelola sarana dan prasarana fisik yang aman buat para santri.

"Kurikulum Manajemen Pesantren perlu membekali calon alumni dengan standar pengetahuan rancang bangun dan konstruksi bangunan fisik yang aman dan nyaman. Hal ini penting agar setiap pembangunan fasilitas pesantren benar-benar terjamin keamanannya bagi para santri dan kiai," jelas Romo Syafii.

Pesantren Digital & Aman

Selain fokus ke kekuatan fisik bangunan, Wamenag juga mendorong integrasi sistem pengawasan berbasis digital plus mekanisme pengaduan pada manajemen pesantren. Ini dilakukan demi mewujudkan Program Ruang Aman dan Nyaman Bagi Anak (RANA). Langkah digitalisasi pemantauan di area publik pesantren ini dipandang jadi jurus preventif yang efektif buat mencegah kekerasan, sekaligus menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap pesantren.

"Dengan penguatan manajemen yang mencakup keandalan fisik bangunan, digitalisasi pengawasan, serta kemandirian ekonomi berbasis wakaf, kita berharap Universitas Darunnajah dapat menjadi percontohan (benchmark) nasional bagi tata kelola pesantren yang modern, aman, dan berdaya saing," tutup Wamenag. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Pesantren zaman now bukan cuma tempat belajar agama doang, tapi udah next level! Lewat pengelolaan aset wakaf yang smart dan produktif, Darunnajah buktiin kalau anak muda/santri bisa mandiri gizi tanpa bergantung dana luar. Ditambah lagi dengan integrasi sistem pengawasan digital dan fasilitas yang aman, ini bukti nyata kalau gaya kelola lembaga berbasis tradisi juga bisa adaptif, modern, dan berdaya saing tinggi di era digital!

Wamenag MBG Kementerian Agama kemenag update

Infografis

Terkini