Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Flashback Sejarah Lewat Ziarah ke Makam Gus Dur

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:22 WIB
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Flashback Sejarah Lewat Ziarah ke Makam Gus Dur
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ziarah ke makam Gus Dur [Dok. Polri]

astakom.com, JakartaKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lagi mengutamakan rasa hormat alias respect ke tokoh bangsa.

Kapolri menyempatkan diri buat ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (20/06/2026).

Momen khusyuk nan adem ini merupakan bagian dari rangkaian agenda menjelang Hari Bhayangkara ke-80 yang bakal jatuh pada 1 Juli mendatang.

Tiba di lokasi, penampilan Jenderal Listyo langsung jadi sorotan karena vibes-nya sangat merakyat dengan mengenakan peci hitam. Gak pakai lama, Kapolri langsung khusyuk memanjatkan doa terbaik sekaligus melakukan prosesi tabur bunga di atas makam sang kiai legendaris.

Penghormatan Polri pada tokoh bangsa

Kedatangan orang nomor satu di Polri ini pun disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, lengkap dengan sesi pengalungan sorban.

Ziarah ini bukan sekadar kunjungan formalitas biasa, melainkan cara Kapolri buat flashback dan menghargai sejarah.

Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan Polri kepada tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri,” ujar Johnny kepada wartawan.

Profesionalisme militer dan supremasi sipil

Reminder aja nih buat yang lupa, Gus Dur yang memimpin Indonesia dari 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001 itu punya impact yang gede banget bagi institusi kepolisian.

Di era pemerintahannya, Gus Dur adalah sosok visioner yang mendorong profesionalisme militer dan supremasi sipil. Bisa dibilang, Gus Dur adalah sosok yang berjasa bikin Polri bisa mandiri seperti sekarang, alias the real support system.

Lewat kebijakan berani beliau, pemisahan antara TNI dan Polri akhirnya dikukuhkan secara konstitusional melalui TAP MPR No. VI Tahun 2000 serta TAP MPR No. VII Tahun 2000 tentang peran masing-masing lembaga.

Berkat regulasi ini, Polri bisa fokus penuh menjaga keamanan dalam negeri secara independen.

Hingga saat ini, warisan pemikiran Gus Dur yang selalu menjunjung tinggi toleransi antar-etnis memang gak pernah ada matinya. Beliau bakal terus dikenang oleh lintas generasi sebagai "Bapak Pluralisme" sejati.

Melalui momen ziarah Hari Bhayangkara ini, Polri seolah ingin mengirim pesan ke masyarakat luas kalau nilai-nilai toleransi dan persatuan yang diajarkan Gus Dur harus tetap stay dan dijaga bareng-bareng. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Ziarah Kapolri Jenderal Listyo Sigit ke makam Gus Dur menjelang Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan terhadap tokoh yang berperan besar dalam reformasi dan kemandirian Polri. Momen ini juga jadi pengingat bahwa nilai toleransi, pluralisme, dan profesionalisme yang diwariskan Gus Dur tetap relevan untuk dijaga bersama.

Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit listyo sigit prabowo Gus Dur Presiden Abdurrahman Wahid Hari Bhayangkara ke-80 HUTke-80 Bhayangkara

Infografis

Terkini