Menag Kumpulkan Imam Masjid, Jadikan Pesan Damai Arus Utama Umat!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 15 Juni 2026 | 18:16 WIB
Menag Kumpulkan Imam Masjid, Jadikan Pesan Damai Arus Utama Umat!
Menag Kumpulkan Imam Masjid, Jadikan Pesan Damai Arus Utama Umat! (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar melanjutkan rangkaian konsolidasi para imam masjid di berbagai wilayah Tanah Air. Setelah sebelumnya di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa Timur, kini giliran Sulawesi Selatan yang menjadi agenda pertemuan tersebut.

Berkumpul di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, para imam tersebut dihimpun melalui agenda Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM). Pertemuan ini ditujukan untuk memperkokoh fungsi imam dalam membentuk tatanan masyarakat yang berkeadaban, moderat, serta damai.

Konsolidasi pengurus IPIM

"Hari ini kita mengumpulkan seluruh pengurus IPIM sampai tingkat kelurahan dan desa. Kami juga berterima kasih kepada pengurus wilayah IPIM Sulawesi Selatan yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik," ucap Menag di Makassar, dikutip oleh astakom pada Senin (15/06/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menag menghimbau para imam untuk senantiasa merawat dedikasi serta keikhlasan dalam menjalankan amanah membimbing masyarakat. Di saat yang sama, ia turut mengapresiasi konsistensi IPIM yang terus memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kapasitas para imam masjid di berbagai wilayah.

Lebih dari sekedar memimpin salat

Menag memaparkan kalau imam masjid memegang kedudukan yang amat mulia dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, kontribusi mereka tidak terbatas pada memimpin salat berjamaah, melainkan juga sebagai penuntun umat.

Lebih dari itu, imam masjid dinilai sebagai benteng nilai-nilai keislaman yang moderat sekaligus pelopor pesan perdamaian di tengah masyarakat.

Masjid jadi ruang temu spiritual

Menag menyebutkan kalau imam masjid bertindak sebagai penuntun spiritual umat, khususnya ketika mengimami salat berjamaah. Di sisi lain, ia juga memandang masjid sebagai pusat interaksi dan titik temu bagi manusia dalam memperteguh penghambaan kepada Sang Pencipta.

"Masjid adalah meeting point pertemuan manusia dengan Tuhannya," ucapnya.

Menag menegaskan kalau pertemuan berkala para imam ini memiliki misi besar, yakni mempertegas eksistensi Indonesia di dunia Islam internasional. Dirinya meyakini, Indonesia sangat potensial bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam masa kini yang sukses menampilkan esensi Islam yang inklusif, toleran, dan damai.

"Indonesia akan tampil sebagai pusat peradaban dunia Islam modern. Kita ingin menunjukkan bagaimana Islam mengajarkan cinta, kedamaian, dan kemanusiaan," ucapnya.

Mengikis stigma negatif internasional

Menag menambahkan kalau Indonesia memikul tanggung jawab besar untuk menyebarkan pemahaman Islam yang mencerahkan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata untuk mengikis berbagai stigma negatif terhadap Islam yang selama ini berkembang di dunia internasional.

"Kita ingin tampil sebagai pembawa pencerahan. Indonesia hadir untuk memperlihatkan wajah Islam yang damai, moderat, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.  Islam tidak boleh dipahami sebagai agama yang keras, tetapi agama yang menghadirkan kedamaian dan kasih sayang," paparnya.

Agenda yang diinisiasi oleh IPIM ini turut dihadiri oleh jajaran imam masjid, pemuka agama, kalangan akademisi, hingga elemen masyarakat. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi komitmen bersama dalam memperkokoh fungsi masjid dan kapasitas imam demi mewujudkan keselarasan sosial, moderasi beragama, serta perdamaian. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Menag lagi rebranding citra Islam Indonesia di mata dunia lewat para imam masjid, nih. Intinya, masjid bukan cuma tempat ibadah ritual aja, tapi jadi hub sosial buat menyebarkan vibe positif yang inklusif, toleran, dan damai. Langkah ini krusial banget buat mematahkan stereotip usang dan nunjukin kalau Islam itu welcoming serta membawa dampak adem bagi semua kalangan.

kemenag update Kementerian Agama Menag Nasaruddin Umar Imam masjid

Infografis

Terkini