Debt Collector AI Bikin Heboh! Siap Nelpon 24 Jam dan Nggak Baperan

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:08 WIB
Debt Collector AI Bikin Heboh! Siap Nelpon 24 Jam dan Nggak Baperan
Debt Collector AI Bikin Heboh! Siap Nelpon 24 Jam dan Nggak Baperan. [pexels]

astakom.com, Jakarta - Artificial Intelligence/AI sekarang mulai dipake buat penagih utang atau debt collector.

Di laporan situs AS Wired terbaru ngespill kalau beberapa perusahaan penagihan utang di Amerika Serikat (AS) mulai pakai agen AI berbentuk chatbot suara buat nelpon nasabah yang punya tunggakan pembayaran.

Wired membeberkan bot AI ini bisa melakukan percakapan kayak manusia, menagih pembayaran sampe nawarin metode pelunasan utang otomatis.

Dikutip oleh astakom.com dari berbagai informasi disebutkan kalau salah satu bot AI bernama “Eve” bisa melakukan percakapan dengan seorang pria dengan nama samaran Ben soal tunggakan sewa rumah sebanyak 266 dolar AS atau sekitar Rp4,7 juta.

Dalam percakapan itu, Ben bilang kalau tagihan itu sudah dia bayar beberapa bulan lalu, meski begitu Eve tetap kasih tawaran metode pembayaran yang bisa dilakukan seperti lewat kartu maupun transfer bank.

AI dianggap lebih sopan

Ben juga pernah coba "iseng" membuka obrolan random buat lihat respons AI, tapi bot itu tetap menanggapi sebelum akhirnya mengalihkan ke manusia.

Selain itu, disebutkan juga kalo penagih utang menggunakan bot AI dianggap lebih sopan dan tenang dibandingkan manusia. Bot AI disebutkan nggak gampang marah, nggak gampang capek dan bisa kerja 24 jam nonstop.

Sebagian perusahaan juga bilang kalau nasabah mereka lebih setuju dan nyaman bicara sama AI dibandingkan manusia apalagi membahas soal finansial yang dianggap memalukan.

Efektifitasnya masih dipertanyakan

Meski begitu, beberapa pihak tetap khawatir penggunaan AI justru memperbesar tekanan terhadap masyarakat.Makanya efektifitas penagihan utang pakai bot masih dipertanyakan dan jadi PR besar.

Namun, fenomena penggunaan AI buat tagih utang diprediksi bakal semakin marak, seiring tingginya angka kredit macet dan terlambat bayar di AS. Perusahaan riset Kaplan Group memprediksi industri AI buat kebutuhan debt collector bakal bernilai hampir 16 miliar dollar AS dalam satu dekade nanti. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

AI sekarang mulai dipakai jadi debt collector di AS buat nelpon dan nagih utang otomatis. Vibenya lebih chill karena nggak gampang emosi, bisa kerja 24/7, dan sebagian nasabah malah lebih nyaman curhat soal finansial ke AI. Tapi banyak yang masih worry kalau teknologi ini justru bikin tekanan ke orang yang lagi kesulitan bayar utang.

Pengeroyokan Debt Collector kredit macet penggunaan AI di sektor financial Debt Collector

Infografis

Terkini

Kota Tua Batang Arau

Bangunan peninggalan kolonial Belanda, di kawasan Kota Tua, Batang Arau, Padang Selatan, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (30/5/2026).

Footage 15:00 WIB