9 Relawan Kemanusiaan WNI Selamat, Ketua F-Gerindra Budi Djiwandono Apresiasi Diplomasi Indonesia yang Menyala!
astakom.com, Jakarta — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR, Budisatrio Djiwandono, langsung mengungkapkan rasa syukur yang mendalam setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) akhirnya berhasil safe return ke Tanah Air.
Para relawan ini sebelumnya sempat tertahan saat sedang berjuang di garis depan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Budi menilai, aksi gerak cepat (gercep) dari pemerintah terutama Kementerian Luar Negeri RI dalam mengawal kasus ini benar-benar menyala.
“Kami tentu bersyukur karena kesembilan saudara kita telah tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat. Pemulangan relawan WNI dalam kurun waktu yang cepat sejak mereka ditahan militer Israel menunjukkan efektivitas diplomasi pemerintah dan komitmen untuk selalu memastikan keselamatan WNI di mana pun mereka berada,” ungkap Budi, dikutip dari laman Gerindra, Rabu (27/05/2026).
Apresiasi negara sahabat
Enggak jalan sendiri, Budi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sejumlah negara sahabat yang ikut memberikan support system terbaik mereka.
Koordinasi taktis di lapangan bersama Turki, Mesir, dan Yordania diakui sangat membantu kelancaran proses diplomasi yang super menegangkan ini.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara sahabat yang turut membantu proses komunikasi dan koordinasi. Kolaborasi diplomatik lintas negara sangat penting dalam penanganan situasi sensitif seperti ini,” terang Budi.
Kecam tindakan tak humanis
Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi menegaskan bahwa keselamatan setiap WNI yang berniat tulus menjalankan misi kemanusiaan adalah hal yang non-negotiable alias wajib dijamin oleh negara.
Ia pun mengecam keras tindakan represif dari pihak aparat sana yang dinilai sangat berlebihan selama masa penahanan para relawan.
“Pemulangan saudara kita ini merupakan bentuk nyata hadirnya pemerintah dalam menjamin keselamatan WNI yang tengah menjalankan misi kemanusiaan. Kami juga mengecam kekerasan maupun perlakuan yang bertentangan dengan hukum humaniter internasional yang diterima oleh sembilan WNI kita selama masa penahanan,” tegas Budi.
Komitmen tegas Fraksi Partai Gerindra
Ke depannya, Fraksi Partai Gerindra bersama Komisi I DPR RI berkomitmen untuk terus all-in mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan ke depannya.
Mereka memastikan bakal terus mengawal ketat perjuangan kemerdekaan Palestina lewat jalur diplomasi formal sampai tuntas.
“Kami di Fraksi Gerindra, khususnya Komisi I DPR RI, akan terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui two-state solution sebagai jalan menuju perdamaian yang abadi, serta memastikan hak-hak dasar universal warga Palestina dapat terpenuhi,” tutur Budi.
Keberhasilan diplomasi Kemlu RI
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan 9 warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan akhirnya berhasil dibebaskan.
Para relawan yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla 2.0 (GSF 2.0) tersebut saat ini dilaporkan telah meninggalkan wilayah Israel dan sedang dalam perjalanan pulang menuju tanah air melalui Istanbul, Turkiye.
"Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan WNI yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0," ucap Sugiono dalam pernyataannya mengutip Portal Kementerian Luar Negeri, dikutip oleh astakom.com pada Jumat pekan silam (22/05/2026).
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas bebasnya para relawan kemanusiaan tersebut.
Keberhasilan pemulangan ini menjadi bukti nyata dari kesuksesan diplomasi respons cepat dan intensif yang digerakkan oleh Pemerintah Indonesia sejak pertama kali menerima laporan pencegatan kapal oleh militer Israel. (aLf/aNs)








