Agenda Sholat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal: Jadwal Pelaksanaan, Petugas Imam, dan Parkiran Sekitar
astakom.com, Jakarta – Badan Pengelola Pengurus Masjid (BPPM) Istiqlal mengimbau seluruh calon jemaah salat Idul Adha untuk datang lebih awal sebelum pukul 06.45 WIB.
"Diimbau juga kepada calon jemaah Idul Adha Masjid Istiqlal untuk datang lebih awal, karena insyaallah jam 06.45 WIB rangkaian acara sudah akan dimulai" ucapnya pada konferensi pers di Istiqlal Senin, (25/05/2026).
Berbeda dengan Idul Fitri, rangkaian ibadah salat Idul Adha di masjid negara ini sengaja dimulai lebih cepat demi memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat dan panitia untuk segera melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menjelaskan kalau pintu masuk masjid sudah mulai dibuka sejak pukul 04.00 WIB untuk memfasilitasi jemaah yang ingin sekalian menunaikan salat Subuh berjemaah.
Namun, pihak pengelola menegaskan jemaah dilarang keras untuk menginap atau bermalam di kawasan masjid karena adanya prosedur sterilisasi keamanan ring satu oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang dimulai sejak pukul 24.00 WIB.
Dari khatib, imam sampai muadzin Istiqlal
Untuk memimpin jalannya ibadah, pihak Masjid Istiqlal telah menetapkan daftar petugas resmi yang akan mengawal pelaksanaan salat Idul Adha.
Tokoh yang akan bertindak selaku khatib adalah Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., yang juga merupakan alumni McGill University, Montreal, Kanada.
Sementara itu, agenda shalat akan dipimpin oleh Ustadz Ahmad Anshoruddin Ibrahim selaku Imam tetap Masjid Istiqlal sekaligus salah satu alumni terbaik Universitas PTIQ Jakarta.
Lalu, untuk Imam badal akan dipimpin oleh H. Muzakkir Abdurrahman, Lc, MA, serta Bilal Muadzin dipimpin oleh Muh. Syawal Mubarok S.Sos.
Sediakan 7 kantong parkir termasuk Katedral
Mengantisipasi lonjakan jemaah yang diprediksi jauh lebih besar daripada Idulfitri karena minimnya aktivitas mudik, panitia telah menyediakan tujuh kantong parkir strategis.
"Insyaallah para jemaah jangan khawatir, kita sudah menyiapkan 7 kantong parkir di samping Istiqlal dan di bawah, kita punya basement 2 lantai" tuturnya.
Fasilitas utama berada di basement dua lantai Masjid Istiqlal yang mampu menampung sekitar 1.000 unit mobil, ditambah area halaman atas di sisi barat dan selatan masjid.
"Dan itu kalau kita atur sedemikian rupa bisa menampung kurang lebih 1.000 mobil" ucapnya.
Sebagai wujud toleransi antarumat beragama, Masjid Istiqlal juga kembali bekerja sama dengan Gereja Katedral Jakarta untuk memanfaatkan ruang parkirnya bagi jemaah salat Ied.
"Kemudian kita juga bekerja sama dengan Katedral. Ruang parkir Katedral insyaallah bisa kita pakai. Sebaliknya juga kalau ada acara-acara Katedral, mereka juga bisa menggunakan space parkir kita" ucapnya.
Area parkir jemaah Masjid Istiqlal diantaranya: Area parkir basement Masjid Istiqlal B1 dan B2 yang dapat menampung 600 mobil, Area parkir Pertamina menampung 400 mobil, Area Parkir Kementerian Agama menampung 150 hingga 200 mobil, Area parkir Lapangan Banteng menampung 200 mobil, Area parkir Gereja Katedral menampung 200 motor, Area parkir Kantor Pos menampung 200 mobil, Area parkir Belakang Gedung TNI AD menampung 100 mobil.
"Di samping itu, perkantoran di sekitar Istiqlal ini juga kita sudah ada kerja sama yang baik. Kalau yang dari luar kota pakai bus, parkir bus itu tidak terlalu jauh dari sini, ada tempat parkir di sekitar Monas. Banyaklah insyaallah, jangan khawatir, kita bisa menyelesaikan masalah parkir" tutur Nasaruddin.
Alur pintu masuk dan keran wudhu baru
Kepala Bidang Riayah, Dr. KH. Ahmad Zainuri, menambahkan kalau pihak pengelola telah menambah sejumlah keran wudhu agar jemaah tidak berebutan atau menunggu terlalu lama.
"Tempat keran baru yang sudah disiapkan itu pertama di koridor Al-Salam, yang kedua di Al-Jabbar, itu dekat Al-Aziz, sudah kita siapkan keran-keran."tutur Zainuri.
Pintu masuk bagi jemaah umum akan diarahkan melalui Gerbang As-Salam (akses dari arah Juanda).
"Untuk Al-Salam itu masuknya dari arah Juanda, sedangkan Al-Aziz itu masuknya dari depan pintu keluar kantor Kemenag, berarti sebelah selatan. Itu sudah disiapkan juga tempat wudhu di sana" ucap Zainuri.
Setibanya di dalam, jemaah perempuan akan diarahkan berbelok ke kiri menuju fasilitas wudhu khusus wanita, sedangkan jemaah laki-laki diarahkan lurus.
"Kemudian untuk tempat wudhu yang sudah permanen, kita sudah siapkan untuk wanita itu persis di atas tempat salat wanita, sudah kita siapkan di sebelah selatan khusus untuk wanita termasuk yang disabilitas" ucapnya.
"Dan laki-laki kita siapkan di As-Salam juga di sini, bisa masuk. Nanti di gerbang As-Salam pintu akan kita atur, pintu itu masuknya dari As-Salam" sambungnya.
"Itu pembagiannya, muda -mudahan nanti sudah ada tanda-tanda supaya jemaah tidak perlu banyak bertanya, tetapi dengan membaca tanda-tanda tersebut sudah bisa langsung menuju tempat wudu dan tempat salatnya" lanjutnya.
Bagi pejabat setingkat menteri atau tamu VIP, akses masuk akan diarahkan melalui Pintu As-Salam untuk kemudian bergabung di shaf depan.
"Ya, untuk akses masuknya, di sini ada VVIP, ada VIP, dan ada umum. Yang masuk kategori VVIP itu Presiden, Wakil Presiden, dan Lembaga Pimpinan Tertinggi Negara kita, ya. Itu masuk di VVIP di sini, di ruang tunggu utama. Kemudian VIP, itu masuk dari Pintu As-Salam, yaitu para menteri kita, lewat sana. Tapi nanti ketemu juga di shaf pertama"paparnya.
Keamanan ketat CCTV biometrik Jepang
Menutup penjelasannya, Nasaruddin Umar mengingatkan jemaah untuk tetap waspada terhadap barang bawaan masing-masing, meskipun sistem pengamanan Istiqlal telah didukung oleh 260 kamera CCTV canggih berteknologi biometrik yang diimpor dari Jepang.
"Dan kami juga mengimbau para pengunjung Masjid Istiqlal untuk tetap saja berhati-hati, walaupun kami di Istiqlal ini memiliki 260 CCTV yang sangat canggih. Kalau ada yang misalnya sengaja melakukan pengambilan hak orang lain (mencuri), maka itu bisa direkam dan dalam tempo yang sangat singkat insyaallah bisa ditemukan" jelasnya.
Kamera yang terpasang di menara masjid bahkan mampu membaca pelat kendaraan di Jalan Sudirman serta atribut logo di area Monas secara detail.
"Jadi kita punya CCTV dipasang di menara masjid itu, bisa melihat dengan sangat detail. Bahkan pelat motor atau pelat mobil di Jalan Sudirman itu bisa terbaca dari atas menara masjid, apalagi kalau cuma di sekitar sini. Jadi di Monas itu bisa kebaca atribut atau logo-logo orang. Anda punya nama atau kartu simbol-simbol itu bisa dibaca" jelasnya.
Sistem CCTV ini terkoneksi langsung dengan data KTP dan alamat lengkap, sehingga tindakan kriminalitas dapat diidentifikasi dalam waktu singkat.
"Saya kira per hari ini, jumlah sistem CCTV yang paling canggih ada di Istiqlal. Itu kita impor dari Jepang, teknologi Jepang yang kita pakai. Dan banyak sekali kasus yang kita tangkap di sini dari orang yang mencoba untuk memanfaatkan situasi. Mau lari ke mana pun, CCTV itu bisa menemukan. Sampai kabur ke luar pun juga masih bisa di-shoot oleh kamera kita di atas menara masjid" jelasnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Kalau mau salat Idul Adha di Istiqlal, no skip datang sebelum jam 06.45 WIB karena acaranya dimulai lebih satset dibanding Idulfitri demi kejar waktu kurban. Fyi, gak usah coba-coba nginep karena ada sterilisasi ketat dari Paspampres sejak tengah malam. Dan buat kamu yang teledor, tenang aja, kawasan ini dijaga ketat sama 260 CCTV biometrik super canggih spek Jepang yang bisa nge-track pelat kendaraan sampai Monas dan Sudirman—jadi vibes-nya aman terkendali!








