Prabowo Push Inovasi ‘Waste-to-Energy’ Mikro, Beresin Masalah Sampah dari Akar!

Editor: Alfian Tegar
Kamis, 12 Februari 2026 | 00:44 WIB
Prabowo Push Inovasi ‘Waste-to-Energy’ Mikro, Beresin Masalah Sampah dari Akar!

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo minta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ngegas pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang sudah dikembangin beberapa kampus di Indonesia.

Dalam ratas di Istana, Brian present langsung soal inovasi itu, apalagi isu waste-to-energy lagi jadi topik penting buat dorong sampah bisa diolah jadi energi yang lebih produktif.

"Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana, Jakarta, selepas rapat, Rabu (11/2/2026).

Akan segera dilakukan uci coba

Oleh karena itu, Brian menjelaskan kementerian akan mempercepat tahapan pengembangannya, termasuk uji coba teknologi buatan beberapa kampus itu sehingga pengolahan sampah skala mikro dapat segera dilakukan.

Brian menargetkan uji coba itu dapat dilakukan di beberapa kelurahan dan desa pada tahun ini.

"Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan. Kita akan segera pilih. Ada juga (yang) akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan, lebih efektif," ujar Brian.

Beberapa teknologi pengolahan sampah yang dibahas itu di antaranya menggunakan metode gasifikasi, kemudian plasma-assistend, dan reaktor plasma dingin.

"Kami akan kaji lagi mana yang paling baik," tambahnya.

Teknologi akan dirancang kelola sampah 10 ton

Brian melanjutkan teknologi tersebut akan dirancang untuk mengolah sampah hingga 10 ton, mengingat rata-rata sampah yang dihasilkan di tingkat kelurahan mencapai 10 ton per hari.

Jika nantinya teknologi skala mikro itu dapat dimanfaatkan, Brian berharap ke depan mobilisasi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) pun berkurang, karena sampah rumah tangga telah habis diolah di tingkat desa/kelurahan.

"Jadi, sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh ya. Jadi, semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan," katanya.

Akan bekerja sama dengan Kementerian LH

Brian kemudian menambahkan kementeriannya juga akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk memastikan teknologi yang digunakan itu nantinya tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

"Kami akan segera melakukan rapat dengan (Kementerian) Lingkungan Hidup, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal ya sehingga standarnya juga lebih baik, dan juga tadi dengan pemerintah daerah kami akan segera uji coba di beberapa kota. Harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu (proyek) waste-to-energy yang sedang dijalankan Danantara (juga) berjalan," katanya.

Gen Z Takeaway
Presiden minta percepatan teknologi olah sampah mikro dari kampus biar dipakai di level kelurahan, target uji coba tahun ini kapasitas 10 ton per hari. Teknologi seperti gasifikasi dan plasma dikaji bareng KLH, Danantara, dan pemda supaya efektif, ramah lingkungan, dan kurangi beban TPA sambil nunggu proyek waste-to-energy jalan penuh.

Brian Yuliarto Kemendiktisaintek Mendiktisaintek Prabowo Subianto Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto Teknologi Pengelolaan Sampah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB