Rupiah Tembus Rp18.000, BI Beberkan Biang Keladinya
Rupiah tembus Rp18 ribu per USD akibat tekanan global dan kebutuhan valas. BI siapkan triple intervention, sementara cadangan devisa tetap solid.
Rupiah tembus Rp18 ribu per USD akibat tekanan global dan kebutuhan valas. BI siapkan triple intervention, sementara cadangan devisa tetap solid.
Rupiah menguat ke Rp17.642/USD, tapi masih dibayangi tensi Timur Tengah, arah The Fed, dan potensi pelemahan pada perdagangan Senin.
Rupiah menguat 0,69% sepekan ke Rp17.897/USD. Penguatan ditopang cadangan devisa, tapi masih dibayangi geopolitik dan kebijakan suku bunga AS.
BI menahan suku bunga di 5,75% demi menjaga rupiah dan inflasi tetap stabil, sambil mewaspadai risiko global yang masih tinggi.
Jelang libur 1 Muharam, IHSG melesat 3,45% ke level 6.214,91. Mayoritas saham hijau, sementara rupiah ikut menguat ke Rp17.778.
Dollar AS melemah terhadap mayoritas mata uang dunia meski inflasi AS naik 4,2%. Pasar menilai data itu belum cukup mendorong kenaikan suku bunga The Fed.
BI naikkan BI Rate 25 bps jadi 5,5% untuk memperkuat stabilitas Rupiah, menjaga inflasi tetap terkendali, dan meningkatkan daya tarik investasi asing ke Indones
Wakil Ketua Komisi XI DPR, Mohamad Hekal, menegaskan tak ada tenggat waktu khusus bagi BI mengembalikan nilai tukar rupiah ke level tertentu.
Pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Rupiah menguat ke Rp17.805 per dolar AS didorong sentimen global yang membaik dan aturan DHE baru. Pasar kini menanti arah suku bunga AS.