Viral Istilah "Manusia Tikus" di China, Ada apa dengan Gen Z?
[embed width="800" height="500"]https://www.youtube.com/watch?v=sfQOWEd1cyQ[/embed]
[embed width="800" height="500"]https://www.youtube.com/watch?v=sfQOWEd1cyQ[/embed]
astakom, Jakarta- Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kembali diperingati pada Selasa, 20 Mei 2025. Momen bersejarah ini menandai 117 tahun sejak lahirnya org
Sistem pendidikan sekarang harus berubah biar relevan buat Gen Z. Nggak bisa lagi cuma ngandalkan hafalan dan ujian. Harus ada pendekatan baru yang bikin kalian aktif mikir, kerja sama, dan bikin proyek nyata. Soalnya, dunia kerja juga udah berubah cepat gara-gara teknologi—dan akan terus berubah.
Gaya hidup Gen Z juga ikut berubah demi menjaga kesehatan mental. Banyak yang sekarang lebih milih seimbang antara kerja, sekolah, dan waktu buat diri sendiri. Tren seperti "quiet quitting" — alias kerja secukupnya aja, nggak mau kerja lembur ngoyo — sampai "microretirement" atau liburan panjang sebelum umur pensiun, makin populer di kalangan anak muda.
Di tengah perkembangan zaman dan pesatnya arus media sosial, Generasi Z atau Gen Z yang lahir antara pertengahan tahun 1997 hingga 2010 menunjukkan karakteristik unik dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam urusan hunian.
Konsumsi ramah lingkungan jadi solusi. Artinya, beli dan pakai barang yang nggak merusak alam. Contohnya: bawa tumbler, belanja tanpa plastik.
Keris, sebagai senjata tradisional yang memiliki nilai spiritual dan artistik tinggi, juga menjadu simbol dari berbagai macam ekspresi seni dalam satu objek.
Gen Z yang sering dikenal sebagai generasi manja memiliki sederet hal positif, yang apabila diarahkan dengan benar, dapat turut berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa.
Penghargaan Nobel (Nobel Prize) dianugerahkan setiap tahun kepada mereka yang telah melakukan penelitian yang luar biasa, menemukan teknik atau peralatan yang baru, atau telah melakukan kontribusi luar biasa ke masyarakat.
Genre hip-dut muncul dari kreativitas musisi-musisi muda yang pengin eksplorasi suara baru. Mereka ngambil beat hip hop yang keras dan ritmis, lalu dikasih sentuhan cengkok dangdut yang khas. Hasilnya? Musik yang bikin goyang tapi juga bisa dijadiin bahan freestyle rap.