Kondisi Pulau Sebesi Mulai Back to Normal Pasca-Erupsi Anak Krakatau
Warga Pulau Sebesi kembali beraktivitas pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Meski situasi kondusif, pemantauan dan mitigasi bencana tetap jadi prioritas.
Warga Pulau Sebesi kembali beraktivitas pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Meski situasi kondusif, pemantauan dan mitigasi bencana tetap jadi prioritas.
Langkah gercep ini diambil biar jumlah warga Pulau Sebesi yang kena gangguan pernapasan gara-gara abu vulkanik nggak semakin nambah.
Fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir.
Gimana nggak lumayan bikin pusing, dalam tiga hari terakhir aja ada sekitar 2.961 penerbangan yang terdampak.
Erupsi keempat yang terjadi siang ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi letusan selama 17 detik.
Gunung Anak Krakatau kembali aktif pada Selasa (08/09/2026).
Erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong peningkatan kesiapsiagaan kesehatan di sejumlah wilayah.
Tapi, BMKG tetep mengingatkan kalau sebaran abu ini masih bisa bikin kualitas udara drop dan ngacauin jarak pandang.
ASDP pastikan Merak-Bakauheni tetap normal. Kapal dilarang mendekati radius 3 km Gunung Anak Krakatau dan kewaspadaan terus diperketat.
Pekerja membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada pesawat Citilink di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). [astakom/str-Rachma