Menuai Sorotan Publik, 2 Anak Menhaj Gus Irfan Pilih Undur Diri
astakom.com, Jakarta – Dua putra Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi menyatakan sign out dari posisi tenaga ahli. Keputusan ini diambil usai langkah penunjukan mereka memicu sorotan tajam dan polemik panas di kalangan masyarakat.
Awal Bantuan Sukarela
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak membeberkan kalau keterlibatan duo anak Menhaj tersebut sejatinya bermula saat Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) baru saja terbentuk.
Kala itu, pimpinan lembaga masih sangat terbatas dan minim personel yang bersedia membantu proses transisi awal.
“Ketika Badan Penyelenggara Haji memang tidak ada orang yang mau membantu kami sejak awal secara sukarela. Akhirnya adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal,” ungkap Wamenhaj Dahnil dikutip oleh astakom pada Selasa, (27/10/2026).
Kerja Tanpa Gaji
Dahnil menegaskan, pada masa-masa awal yang serba terbatas itu, keduanya bahkan bekerja tanpa imbalan alias tanpa dibayar sama sekali.
Keputusan Resmi Mundur
Walaupun demikian, demi meredam gejolak publik serta membuktikan komitmen kebersihan birokrasi, keduanya memilih legowo untuk melepas jabatan tersebut.
Dahnil menyebut konfirmasi pengunduran diri ini sudah diterima langsung oleh pihak pimpinan.
“Pak Menteri dan saya sudah menerima pengunduran diri dua orang tenaga ahli. Jadi, secara resmi dua orang tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri,” tutur Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.
Komitmen etika birokrasi
Proses pengisian posisi tenaga ahli yang kosong kini diserahkan sepenuhnya kepada Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.
Dahnil menekankan kalau langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenhaj untuk tetap menjaga etika dan integritas lembaga dari potensi konflik kepentingan.
“Untuk memastikan Kementerian Haji dan Umrah harus bebas dari praktik-praktik yang tidak beretika, praktik-praktik yang manipulatif, koruptif, perilaku mafia, dan sebagainya,” jelas Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Nepotisme vibes langsung dapet lampu merah dari netizen! Walau niat awalnya purely sukarela buat ngebantu pas transisi awal tanpa digaji, dua anak Menhaj ini milih legowo mundur biar nggak bikin drama makin panjang. Point-nya: integritas dan etika birokrasi tetep nomor satu, mending step back daripada reputasi lembaga kena cancel culture.








