Kadispora se-Indonesia Kumpul, Menpora Erick Ajak Daerah Berbenah
astakom.com, Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta pemangku kepentingan di seluruh Indonesia untuk melakukan transformasi fundamental. Arahan strategis tersebut disampaikan dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menjelang 100 Tahun Sumpah Pemuda dan Puncak Bonus Demografi, Menpora Erick menegaskan bahwa sektor pemuda dan olahraga tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, melainkan harus dibawa naik kelas melalui sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah.
Transformasi sektor pemuda dan reformasi organisasi
Menpora Erick menekankan pentingnya menggeser persepsi daerah agar tidak hanya berfokus pada urusan olahraga semata. Mengingat Indonesia memiliki sekitar 130 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun, sektor kepemudaan harus ditempatkan di garis depan pembangunan nasional.
Guna merealisasikan langkah transformatif tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi utama, dimulai dari percepatan RUU Kepemudaan untuk mendorong payung hukum agar urusan pemuda menjadi tugas pokok terintegrasi hingga tingkat daerah.
Di saat yang sama, penataan Organisasi Kepemudaan (OKP) dilakukan lewat verifikasi bersama Kementerian Hukum, pembatasan usia pemuda maksimal 35 tahun, serta pembatasan periode kepemimpinan demi menertibkan perpecahan internal.
Langkah ini disempurnakan melalui penyusunan blueprint kepemudaan yang mencakup peluncuran Career Hub, perluasan program magang BUMN dan swasta, Wirausaha Youth Camp, hingga penyediaan ruang berekspresi bagi generasi muda terkait isu mental health, ekonomi hijau, dan teknologi.
Optimalisasi industri olahraga, sport tourism, dan fasilitas daerah
Dari sisi keolahragaan, Menpora Erick menyerukan perubahan pola pikir agar olahraga dipandang sebagai investasi ekonomi, kesehatan, dan pembentukan karakter bangsa. Dari potensi industri olahraga global yang mencapai Rp8.000 triliun, Indonesia saat ini baru menggarap sekitar Rp40 triliun (0,5 persen).
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Kemenpora mendorong daerah mengoptimalkan sport tourism (seperti ajang MotoGP Mandalika bernilai dampak Rp5,2 triliun hingga potensi wisata selancar) yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.
Guna mencegah fasilitas olahraga daerah mangkrak atau membebani APBD, Kemenpora bersama Kemendagri dan Kementerian UMKM telah menerbitkan SKB 3 Menteri. Pemda didorong melakukan Kerjasama Operasional (KSO) secara transparan dengan pihak swasta atau klub olahraga tanpa menghilangkan aset daerah. Selain itu, kegiatan olahraga masyarakat seperti Car Free Day (CFD) di 514 kabupaten/kota dan program sertifikasi mantan atlet disabilitas untuk mengajar di sekolah khusus juga terus diakselerasi. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Sektor pemuda dan olahraga siap naik kelas! Menpora Erick Thohir kumpulkan Kadispora se-Indonesia untuk ubah mindset: pemuda bukan lagi pelengkap, tapi fokus utama lewat RUU Kepemudaan, Career Hub, dan program magang. Di sisi olahraga, sport tourism dan pengelolaan fasilitas daerah bakal digarap transparan bareng swasta biar gak mangkrak dan makin ngedongkrak ekonomi lokal!









