Kementerian Kebudayaan Pererat Hubungan dengan Negara Pasifik Lewat IPCC 2026

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:06 WIB
Kementerian Kebudayaan Pererat Hubungan dengan Negara Pasifik Lewat IPCC 2026
Kementerian Kebudayaan Pererat Hubungan dengan Negara Pasifik Lewat IPCC 2026 (Dok. Kementeria Kebudayaan)

astakom.com, Jakarta – Kementerian Kebudayaan memperkuat kedekatan Indonesia dengan negara-negara Pasifik melalui diplomasi budaya. Salah satu upayanya diwujudkan lewat program Indonesia–Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026 yang mempertemukan seniman lintas negara untuk saling mengenal tradisi, bertukar pengetahuan, dan menghasilkan karya seni kolaboratif.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.cok dikutip pada Jumat, (16/10/2026) rangkaian program tersebut ditutup melalui Showcase Indonesia–Pacific Cultural Connect 2026 di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Acara ini menampilkan hasil residensi seni yang diikuti puluhan seniman Indonesia dan kawasan Pasifik.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik memiliki keterkaitan sejarah dan budaya yang telah terjalin sejak masa leluhur. Melalui kegiatan ini, hubungan tersebut kembali dirawat dengan membuka ruang interaksi langsung antarmasyarakat.

90 seniman terlibat dalam residensi budaya

IPCC 2026 merupakan program kerja sama kebudayaan internasional yang digelar Kementerian Kebudayaan bersama Yayasan Works of Wonder (WoW) Indonesia, dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Rangkaian residensi dimulai pada 5 Oktober 2026 dan melibatkan 20 seniman dari delapan negara Pasifik serta 70 seniman dari berbagai provinsi di Indonesia Timur. Selama kegiatan, para peserta mengeksplorasi beragam kesenian, mulai dari musik, seni kriya berbahan kelapa dan bambu, hingga seni pertunjukan.

Tidak hanya mempelajari tradisi satu sama lain, para seniman juga berbagi pengalaman dan pengetahuan budaya dari daerah maupun negara asal masing-masing. Proses tersebut menjadi bagian dari penciptaan karya kolaboratif yang kemudian diperkenalkan kepada publik dalam acara Showcase Indonesia–Pacific Cultural Connect 2026.

“Peserta residensi diperkenalkan pada musik tradisional Indonesia, khususnya musik Jawa, termasuk instrumen, teknik, struktur etnisnya. Peserta juga berbagi tradisi musik dari negara masing-masing sebelum memulai proses penciptaan kolaboratif yang mencakup eksplorasi bunyi, pengembangan komposisi, dan penyusunan karya,” jelas Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti.

Fadli Zon sebut Indonesia punya ikatan budaya dengan Pasifik

Fadli Zon menjelaskan bahwa kedekatan Indonesia dan kawasan Pasifik terbentuk melalui perjalanan sejarah, tradisi, serta pertukaran pengetahuan antarpulau. Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus dipelihara agar menjadi fondasi bagi kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan.

“Melalui Indonesia Pacific Cultural Connect 2026, kita tidak hanya merayakan warisan budaya bersama, tetapi juga saling belajar dan membangun landasan yang lebih kuat bagi kerja sama budaya yang berkelanjutan. Program ini menjadi cerminan nilai sejati diplomasi budaya antarmasyarakat. Karena kerja sama budaya tidak hanya berkelanjutan melalui perjanjian atau nota kesepahaman antarpemerintah, tetapi juga melalui kepercayaan, persahabatan, dan keterlibatan berkelanjutan di antara masyarakat kita,” ucap Fadli.

Fadli juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi seni, komunitas budaya lokal, hingga seniman Pasifik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama yang tidak hanya berlangsung selama program residensi.

Ia turut menegaskan bahwa hubungan Indonesia dengan kawasan Pasifik menjadi bagian penting dalam upaya mempertemukan kembali akar budaya yang memiliki kesamaan.

“Indonesia tidak hanya bagian dari Asia, melainkan juga bagian integral dari Pasifik. Kegiatan ini merupakan langkah menyambungkan kembali kesamaan akar budaya tersebut. Ke depannya, para peserta residensi diharapkan mampu berperan sebagai duta budaya yang membawa serta memperkenalkan nilai-nilai luhur Nusantara ke negara asal mereka, sekaligus membuka ruang bagi Indonesia untuk saling belajar dari kekayaan tradisi Pasifik,” ujar Fadli.

Fiji usulkan penjajakan MoU dengan Indonesia

Apresiasi terhadap program IPCC 2026 juga disampaikan Menteri Urusan Multietnis, Warisan, dan Seni Republik Fiji, Charan Jeath Singh. Ia menilai kegiatan residensi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat diplomasi budaya, kolaborasi seni, serta pertukaran pengetahuan antara masyarakat Indonesia dan Pasifik.

“Pertemuan hari ini lebih dari sekadar perayaan capaian artistik. Ini adalah perayaan persahabatan, warisan bersama, identitas budaya, serta hubungan erat yang abadi antara Indonesia dan masyarakat Pasifik. Sepanjang rangkaian kegiatan ini, para peserta telah memiliki kesempatan untuk saling belajar, bertukar kearifan tradisional, mengembangkan keterampilan artistik baru, dan melahirkan karya yang mencerminkan keragaman serta kreativitas kawasan kita,” jelas Charan Jeath Singh.

Dalam kesempatan yang sama, Charan mengusulkan penjajakan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding(MoU) untuk menyusun kerangka kerja sama bilateral yang lebih terarah.

Rencana kerja sama tersebut mencakup pelestarian warisan budaya, pendidikan kebudayaan, pertukaran seniman, pameran bersama, residensi, serta produksi karya kolaboratif. Fiji juga membuka peluang untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan usaha budaya berbasis komunitas guna memperkuat kapasitas kelembagaan dalam jangka panjang.

Melalui IPCC 2026, Kementerian Kebudayaan berupaya menjaga hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik melalui kegiatan yang mempertemukan seniman, tradisi, dan pengetahuan budaya. Ke depannya, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi kerja sama lintas negara yang memberi ruang bagi masyarakat untuk saling belajar dan mengenal kekayaan budaya masing-masing. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Budaya bisa menjadi cara untuk membangun kedekatan tanpa harus selalu dimulai dari pertemuan formal antarpemerintah. Lewat IPCC 2026, seniman Indonesia dan negara-negara Pasifik punya ruang untuk bertukar ilmu, mengeksplorasi tradisi, dan menciptakan karya bersama. Harapannya, koneksi ini tidak berhenti di panggung pertunjukan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi budaya yang berkelanjutan.

Indonesia-Pasifik Budaya Kemenbud Kementerian Kebudayaan IPCC 2026

Infografis

Terkini