Sugiono ke Siswa Taruna Nusantara: Pemimpin Dihormati karena Karakter, Bukan Jabatan!
astakom.com, Jakarta – Kepala Lembaga Pendidikan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono turun langsung memimpin upacara penutupan Penanaman Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan untuk siswa Kelas X angkatan ke-37 tahun ajaran 2026-2027.
Acara berlangsung di SMA Taruna Nusantara kampus Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/10/2026). Suasananya makin meriah karena seluruh siswa SMA Taruna Nusantara dari lima kampus ikut hadir, yakni Magelang, Malang, Cimahi, Langowan, Pagar Alam, plus IKN, lengkap bersama para orang tua murid.
Sebagai inspektur upacara, Sugiono membuka amanatnya dengan ucapan selamat sekaligus apresiasi untuk keluarga siswa.
“Kepada para orang tua, terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan dan kepada para siswa, saya ucapkan selamat atas selesainya Pendidikan Dasar Kepemimpinan ini,” ungkap Sugiono pada amanatnya berdasarkan rilis yang diterima astakom.com pada Minggu, (11/10/2026).
Awal, bukan akhir
Ia mengingatkan kalau rangkaian Penanaman Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan yang sudah dijalani bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, ini baru titik awal untuk membuktikan kalau nilai-nilai yang sudah dipelajari benar-benar melekat dalam diri berkarakter, disiplin, berjiwa pemimpin, berintegritas, dan bertanggung jawab.
4 nilai inti
Menurut Sugiono, ada 4 nilai inti yang didapat angkatan ke-37 selama pendidikan ini.
Pertama, disiplin yang lahir dari kesadaran diri. Bukan sekadar karena ada yang mengawasi, dan bukan pula karena takut dihukum.
Kedua, berani bertanggung jawab. Siswa-siswi SMA Taruna Nusantara tidak boleh punya kebiasaan cari-cari alasan atau menyalahkan orang lain.
Ketiga, hormat dan peduli pada sesama tanpa melihat latar belakang masing-masing. Keempat, rendah hati dan selalu tergerak buat terus belajar serta memperbaiki diri.
Pemimpin itu karakter
“Jadilah calon-calon pemimpin yang dihormati bukan karena jabatan atau kekuasaan, tetapi karena karakter, integritas, dan hasil yang kalian tunjukkan,” ungkapnya.
Pesan buat ortu
Di akhir amanat, Sugiono meminta para orang tua terus menaruh kepercayaan kepada LPTTN dan SMA Taruna Nusantara, yang selama ini berkomitmen memberikan pembinaan dan pendidikan berkualitas.
Menurutnya, SMA Taruna Nusantara ingin membentuk para siswa menjadi satu kesatuan yang solid, melepaskan segala perbedaan latar belakang, dan tetap menjadi diri sendiri.
“Kami sebagai alumni tentu saja tidak ingin sekolah ini, perguruan ini, dan adik-adik kami terlihat jelek. Kami ingin yang terbaik, kami ingin mereka lebih baik dari kami,” jelas Sugiono. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Jadi pemimpin itu bukan soal punya jabatan atau dihormati karena posisi, tapi soal karakter dan hasil nyata yang kamu tunjukin. Disiplin yang beneran datang dari kesadaran sendiri, bukan karena takut dihukum atau diawasi. Berani tanggung jawab tanpa cari-cari alasan atau nyalahin orang lain, peduli ke semua orang tanpa lihat latar belakang, dan tetap rendah hati buat terus belajar. Intinya, "pemimpin" itu bukan title, tapi cara kamu bersikap setiap hari, dan itu bisa dimulai dari sekarang, bahkan sebelum punya jabatan apa pun.









