RI dan Mesir Sepakat Perkuat Kerja Sama Berantas Illegal Fishing

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:33 WIB
RI dan Mesir Sepakat Perkuat Kerja Sama Berantas Illegal Fishing
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Pejabat Menteri Mesir melakukan perundingan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta – Pemberantasan penangkapan ikan ilegal menjadi salah satu fokus kerja sama Indonesia dan Mesir di sektor kelautan dan perikanan. Kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan keahlian.

Kesepakatan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026). Kerja sama ini menjadi salah satu hasil pembahasan bilateral kedua pemimpin dalam memperkuat hubungan Indonesia–Mesir.

Melansir keterangan resmi Presiden RI melalui Sekretariat Presiden pada Minggu, (11/10/2026), penguatan kolaborasi kelautan dan perikanan merupakan bagian dari kemitraan strategis kedua negara yang mencakup sejumlah bidang.

Pemberantasan illegal fishing masuk kesepakatan

Dalam pertemuan tersebut, kerja sama kelautan dan perikanan tidak hanya membahas upaya menjaga sumber daya laut, tetapi juga penanganan praktik penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing.

"Di bidang kelautan dan perikanan, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Konservasi sumber daya laut, pemberantasan illegal fishing, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian,” ujar Presiden Prabowo.

Pernyataan itu menegaskan tiga cakupan utama kolaborasi yang disampaikan Presiden Prabowo, yakni konservasi sumber daya laut, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian.

Meski kesepakatan telah disampaikan, keterangan resmi tersebut belum merinci bentuk kegiatan bersama, mekanisme pelaksanaan, maupun jadwal program khusus untuk memberantas illegal fishing.

Bagian dari kemitraan strategis RI–Mesir

Kerja sama kelautan dan perikanan menjadi salah satu bagian dari agenda bilateral Indonesia dan Mesir. Dalam pertemuan yang sama, kedua negara juga membahas penguatan hubungan di bidang politik, perdagangan, investasi, dan pertahanan.

Hubungan Indonesia–Mesir ditingkatkan menjadi kemitraan strategis saat Presiden Prabowo berkunjung ke Mesir pada April 2025. Kunjungan Presiden El-Sisi ke Indonesia pada Oktober 2026 merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo melakukan lawatan ke Mesir pada 2024 dan 2025.

Presiden Prabowo juga menyebut bahwa kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral, termasuk kerja sama kelautan dan perikanan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kesepakatan Indonesia dan Mesir memperluas agenda kerja sama kedua negara ke persoalan pengelolaan laut. Pemberantasan illegal fishing, konservasi sumber daya laut, dan pertukaran keahlian menjadi bagian dari komitmen yang telah disampaikan. Adapun bentuk program dan pelaksanaan kerja sama selanjutnya masih perlu merujuk pada pengumuman resmi pemerintah.

Kelautan Perikanan Presiden Prabowo Prabowo Subianto Presiden Mesir Indonesia- Mesir Ilegal Fishing Presiden Al-Sisi

Infografis

Terkini