KAI Operasikan 9 Gardu JPL, Pengamanan di 190 Titik Perlintasan Terus Dikebut
astakom.com, Jakarta – Upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api terus berlanjut. KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL), sebagai bagian dari percepatan pembangunan fasilitas keselamatan di 190 titik perlintasan.
Pengoperasian gardu tersebut tersebar di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung. Rinciannya, lima gardu berada di wilayah Daop 1 Jakarta, sedangkan empat lainnya berada di Daop 2 Bandung.
Langkah ini menjadi bagian dari tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Peningkatan keselamatan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan fasilitas dan petugas di setiap lokasi.
Pekerjaan sipil sudah mencapai 188 titik
Melansir dari informasi yang disampaikan KAI pada Minggu, (11/10/2026), pembangunan fasilitas keselamatan di 190 titik JPL terus berjalan. Hingga 9 Oktober 2026, pekerjaan sipil telah rampung di 188 lokasi atau sekitar 98,95 persen dari keseluruhan target.
Pemasangan gardu modular beserta perlengkapan pendukungnya dilakukan secara bertahap. Setiap lokasi perlu menyesuaikan kondisi teknis dan kesiapan fasilitas sebelum dapat digunakan untuk mendukung pengamanan perlintasan.
Artinya, progres pekerjaan sipil yang hampir selesai belum otomatis membuat seluruh lokasi beroperasi. Kesiapan fasilitas dan kebutuhan operasional tetap menjadi pertimbangan sebelum gardu mulai digunakan.
Ratusan petugas sudah kantongi sertifikasi
Selain pembangunan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebanyak 739 Petugas Jaga Lintasan (PJL) telah dinyatakan lulus sertifikasi kompetensi untuk mendukung pengamanan di perlintasan sebidang.
KAI Properti juga menyampaikan bahwa kebutuhan dan penempatan personel dari masing-masing wilayah telah diusulkan kepada KAI. Proses penyiapan petugas dilakukan menyesuaikan kebutuhan di lapangan agar fasilitas yang selesai dibangun bisa dimanfaatkan secara optimal.
Dalam keterangannya, Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, menjelaskan bahwa pembangunan gardu dan persiapan petugas berjalan beriringan. Pengoperasian dilakukan ketika fasilitas di lokasi terkait telah siap digunakan.
Keselamatan juga bergantung pada pengguna jalan
Peningkatan fasilitas dan kesiapan petugas perlu diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat saat melintasi jalur kereta api. Pengguna jalan diimbau mematuhi rambu, marka, serta arahan petugas dan mendahulukan perjalanan kereta sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan sembilan gardu yang mulai beroperasi, program peningkatan keselamatan di 190 titik JPL masih berlanjut hingga seluruh tahapan di masing-masing lokasi siap dilaksanakan. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Gardu dan petugas yang siap merupakan bagian penting untuk memperkuat pengamanan perlintasan kereta api. Namun, keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama. Jadi, jangan menerobos perlintasan saat kereta akan melintas dan selalu patuhi rambu serta arahan petugas.









