Dilirik Thailand, Program Moderasi Beragama Kemenag Bakal Diekspor
astakom.com, Jakarta – Pemerintah Thailand lagi serius menjajaki kolaborasi dengan Indonesia untuk memperkuat moderasi beragama lewat program Training of Trainers (ToT). Sasarannya adalah SDM perguruan tinggi dan para pemimpin lokal di Thailand. Ide ini muncul setelah mereka kagum dengan program Moderasi Beragama garapan Kementerian Agama RI.
Thailand kagum
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, dengan Director of Office, Directorate of Operation Royal Thai Army, Col. Thai Chankol, di Bangkok, Jumat.
Prof. Sahiron menyambut hangat apresiasi sekaligus rencana kolaborasi itu. Menurutnya, kolaborasi ini jadi kesempatan emas untuk saling tukar pengalaman dan praktik baik buat mendirikan kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan saling menghormati.
Bahas di Bangkok
“Kami menyambut baik apresiasi Pemerintah Thailand terhadap program Moderasi Beragama di Indonesia. Kerja sama melalui program Training of Trainers (ToT) bagi sumber daya manusia perguruan tinggi dan para pemimpin lokal di Thailand menjadi peluang strategis untuk berbagi praktik baik dalam memperkuat kerukunan di tengah keberagaman," tutur Prof Sahiron dikutip oleh astakom pada Minggu (11/10/2026).
Pejabat Kemenag setuju
Soal plan ini, Prof. Sahiron sudah melapor kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani. Keduanya sama-sama setuju banget dan menyambut baik kolaborasi Indonesia–Thailand ini.
Support tersebut diharapkan jadi amunisi tambahan untuk menindaklanjuti kerja sama, terutama dalam penyelenggaraan program ToT Moderasi Beragama bagi sivitas akademika perguruan tinggi dan para pemimpin lokal di Thailand.
Next: Teken MoU
Sebagai langkah lanjutan, delegasi Thailand direncanakan berkunjung lagi ke Indonesia untuk membahas penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sekaligus menyusun langkah-langkah implementasi program. Lewat kolaborasi ini, peran perguruan tinggi dan para pemimpin masyarakat diharapkan makin kuat dalam menumbuhkan sikap toleran serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Program Indonesia soal toleransi dan kerukunan ternyata dilirik negara lain, bukan cuma jadi slogan di dalam negeri. Buat Gen Z, ini bukti kalau hidup rukun di tengah perbedaan itu skill yang diakui dunia. Kalau nanti ada MoU dan pelatihan buat kampus, mahasiswa bisa jadi bagian dari gerakan ini, mulai dari ruang kelas, circle pertemanan, sampai timeline medsos biar nggak gampang kepancing konten yang memecah belah.









