Internet Publik Makin Luas, Komdigi Jangkau 31.864 Lokasi hingga September 2026
astakom.com, Jakarta – Akses internet publik terus diperluas ke berbagai wilayah dan ruang layanan masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dibagikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Rabu (07/10/2026), layanan akses internet telah tersedia di 31.864 lokasi hingga 18 September 2026.
Capaian tersebut hadir melalui dua skema konektivitas. Sebanyak 31.803 lokasi terhubung dengan pemanfaatan Satelit Multifungsi SATRIA-1, sementara 61 lokasi lainnya mendapatkan fasilitas melalui jaringan fiber optik (FO).
Dari sisi wilayah, layanan tersebut tersebar di luar Papua maupun Papua. Sebanyak 30.113 lokasi berada di wilayah non-Papua, sedangkan 1.751 lokasi berada di Papua. Angka ini menunjukkan perluasan akses internet publik terus diarahkan agar konektivitas digital bisa menjangkau lebih banyak titik layanan masyarakat.
Fasilitas pendidikan jadi penerima terbanyak
Fasilitas pendidikan menjadi kelompok penerima layanan akses internet dengan jumlah paling besar. Dari total 31.864 lokasi, sebanyak 21.722 lokasi tercatat merupakan fasilitas pendidikan.
Setelah sektor pendidikan, layanan internet juga telah hadir di 6.384 kantor pemerintahan serta 1.887 fasilitas layanan kesehatan.
Jika digabungkan, tiga kategori tersebut mencapai 29.993 lokasi. Sementara itu, lokasi lainnya mencakup sejumlah ruang publik dengan kebutuhan konektivitas berbeda.
Perluasan akses ini membuat internet tidak hanya hadir sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas belajar, pelayanan pemerintahan, hingga dukungan terhadap layanan kesehatan di berbagai daerah.
Konektivitas menyasar ruang masyarakat
Cakupan layanan internet publik juga diperluas ke sektor lain. Berdasarkan data yang dibagikan Bakom RI, konektivitas turut menjangkau ruang pertahanan dan keamanan, pusat kegiatan masyarakat, tempat ibadah, lokasi wisata, hingga transportasi publik.
Dengan semakin banyaknya titik yang terkoneksi, akses terhadap berbagai aktivitas dan layanan berbasis digital diharapkan dapat semakin terbuka bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Adapun angka 31.864 lokasi tersebut merupakan data per 18 September 2026. Karena itu, capaian tersebut merupakan kondisi layanan hingga tanggal tersebut dan bukan angka final untuk keseluruhan tahun 2026. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Internet publik yang makin tersebar bukan cuma soal bisa terhubung ke dunia maya. Di balik ribuan titik tersebut, konektivitas juga dipakai untuk mendukung sekolah, layanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, hingga berbagai ruang publik. Hingga 18 September 2026, tercatat sudah 31.864 lokasiyang mendapat layanan akses internet berdasarkan data Komdigi.









